Bertahan di Level 4, Okupansi Hotel di Kota Batu Mulai Merangkak Naik
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
28 - Aug - 2021, 11:22
JATIMTIMES - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu masih bertahan di Level 4 hingga 30 Agustus mendatang. Meski demikian okupansi atau tingkat keterisian hotel perlahan ada peningkatan.
Peningkatan okupansi ini berksiar antara 10 sampai 20 persen. “Sebelumnya keterisian hampir nol persen, tapi untuk saat ini ada keterisian tapi peningkatan masih belum banyak,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, Sabtu (28/8/2021).
Baca Juga : Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022, UIN Malang Masih Pembelajaran Daring
Ia menambahkan, saat ini pengunjung yang menginap di hotel Kota Batu rata-rata dari kawasan Surabaya. Sebab saat ini Surabaya menerapkan PPKM dengan Level 3.
Jika nantinya tempat wisata mulai buka, tentu potensi peningkatan akan terjadi di hotel. Namun saat ini Kota Batu masih di level 4, sehingga masih harus menunggu sejenak sampai turun level.
“Meskipun begitu peningkatan tamu 10-20 persen ini yang datang sudah cukup lumayan karena ada daerah yang turun level. Walaupun tempat wisata di Kota belum buka,” tambahnya.
Sedang Kota Batu masih menyandang level 4 lantaran ada beberapa faktor. Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, meskipum angka konfirmasi positif Covid-19 terus turun dan angka kesembuhan tinggi belum mempengaruhi turunnya level.
“Untuk penentuan level, selain masalah kasus konfirm, juga ditentukan dari jumlah pasien dirawat dan pasien meninggal,” ungkapnya.
Kemudian meski Bed occupancy ratio (BOR) Isolasi sudah dibawah 60 persen namun secara jumlah, pasien yang dirawat masih lebih dari 30 orang. Lalu keterisian tempat tidur ICU yang masih tinggi.
Sebab rumah sakit rujukan di Kota Batu hanya memiliki 12 tempat tidur, sehingga mempengaruhi. Karena itu dalam wakatu dekat ketersediaan tempat tidur ICU bakal ditambah.
