Sekda Kabupaten Malang: Covid-19 Masih Fluktuatif

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

24 - Jul - 2021, 03:15

Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)


MALANGTIMES - Hasil evaluasi internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait pergerakan Covid-19 disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. Dirinya menyampaikan, pergerakan Covid-19 masih berjalan fluktuatif.

Wahyu juga mengatakan, jika melihat data dari pemerintah pusat, banyak tolok ukur yang digunakan untuk memastikan orang tersebut positif Covid-19. Salah satunya yakni swab antigen hingga swab PCR.

Baca Juga : Ketua DPD RI La  Nyalla Terima 3 Usulan Ketua PCNU Banyuwangi

“Makin banyak testing seputar ini, makin banyak penentuan hasilnya. Jadi tolok ukurnya dari berbagai sisi. Makanya dapat disimpulkan orang yang positif (Covid-19) masih sedikit tinggi,” kata Wahyu, Jum'at (23/7/2021).

Wahyu juga menyebut bahwa warga yang memiliki KTP Kabupaten Malang dan positif Covid-19 di luar kota juga masuk dalam data. Hal itu juga dianggap mempengaruhi tingginya Covid-19.

“Jadi yang tidak tinggal di Kabupaten Malang, tapi KTP-nya di sini, jika mereka menjalankan swab di laboratorium atau rumah sakit mana saja, dan hasilnya positif ya tetap saja hitungannya akan dimasukkan ke wilayah Kabupaten Malang. Jadi berujung pula Kabupaten Malang yang terpapar positif meningkat,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Wahyu juga menjelaskan bahwa dirinya mendapat laporan bahwa pasien yang dirawat di ICU rumah sakit rujukan Covid-19 mulai menurun.

Baca Juga : Vaksinasi Kabupaten Malang Masih di Bawah 50 Persen

"Di satu sisi masih tinggi, tapi sisi lain juga menurun. Tapi kami sudah mulai kategorikan. Bagi yang kategori sedang dan berat bisa dilarikan ke rumah sakit. Akan tetapi yang kategori ringan kami sarankan menjalankan isolasi mandiri di rumah atau di safe house yang telah tersedia di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.

Sebagai informasi dari data Kominfo Kabupaten Malang, jumlah positif Covid-19 mencapai angka 7.593, dengan jumlah sembuh 4.163. Sementara orang yang melakukan isolasi mandiri di rumah berjumlah 2.158.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette