Update Refocusing, Bupati Trenggalek Minta Pemangkasan Setiap OPD Tidak Sama

10 - Apr - 2021, 04:08

Bupati Trenggalek saat pimpin rapat di Smart Center Trenggalek. (Foto: Ganez/TrenggalekTIMES)


TRENGGALEKTIMES - Rencana refocusing anggaran sebanyak Rp 105 miliar sudah masuk pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  Trenggalek. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan pemangkasan anggaran di setiap OPD tidak terpatok pada jumlah persentase.

Menurut Arifin, pihaknya sudah memberikan skema pada TAPD untuk mencermati besaran dana alokasi umum yang telah diterima oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, TAPD tinggal menyusun penentuan platform pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga : BKD Bondowoso Tolak Sebut Jumlah Pendaftar Lelang Jabatan di 14 OPD

"Saya kemarin hanya menentukan platform per dinasnya karena dalam refocusing kali ini kita tidak ingin dibagi rata. Artinya pemangkasan di setiap OPD tidak sama. Ada yang sedikit, ada yang banyak," papar Arifin, Jumat ( 9/4/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipin ini, indikator yang menentukan besaran pemangkasan pada setiap OPD seperti program yang memiliki cakupan manfaat lebih luas dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Program yang tidak akan kami pangkas adalah program yang mendukung pemulihan ekonomi dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Contohnya pengadaan pemeliharaan jalan tidak kami pangkas," ucapnya.

Sedangkan pos anggaran OPD yang memiliki program atau perencanaan fisik yang masih bisa ditunda atau kurang signifikan akan terkena refocusing. "Untuk OPD yang paling banyak terkena refocusing adalah di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Menurut kami, ada banyak pos anggaran di dinas pendidikan yang masih bisa ditunda pelaksananya pada tahun depan," ujar Arifin.

Baca Juga : Bikin Prank Pocong Takut-takuti Warga, Enam Bocah Bau Kencur di Blitar Diamankan Polisi

Orang nomor satu di Trenggalek ini memberikan contoh pengadaan pada tubuh Disdikpora yang bakal dipangkas. Yakni rencana rehap gedung, ruang guru dan beberapa rehab ruang kelas. Menurut Arifin bangunan tersebut masih bisa digunakan.

"Kami total sekitar 60 persen alokasi anggaran untuk dinas pendidikan kita alihkan untuk refocusing tahun ini. Kebanyakan kita sisir dari pengadaan renovasi ruang kelas. Toh kegiatan tatap muka masih belum diterapkan untuk semua jenjang sekolah," pungkas Arifin.


Topik

Pemerintahan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette