Monitoring dan Pembinaan Satgas Covid-19, Bupati Rini Dorong Desa Bentuk Satgas Takmir
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
30 - Mar - 2021, 09:39
BLITARTIMES - Bupati Blitar Rini Syarifah mendorong terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap masjid dan musala se-Kabupaten Blitar. Hal tersebut untuk memastikan pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadhan mendatang sesuai dengan protokol kesehatan.
Gagasan Satgas Covid-19 di Masjid dan Musala yang diberi nama Satgas Takmir tersebut disampaikan Bupati Rini saat memberikan pengarahan di kegiatan Monitoring dan Pembinaan Satgas Covid-19 di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun dan Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Selasa (30/3/2021).
Baca Juga : Dukung Pendidikan di Jatim, PT Indomarco Prismatama Serahkan Bantuan Laptop dan Smartphone
Bupati berharap, keberadaan Satgas Takmir di setiap tempat ibadah dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19 di Bulan Suci Ramadhan.
“Kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar sudah turun signifikan. Namun demikian tetap kita harus antisipasi. Saya ingin di bulan Ramadhan nanti, di setiap Masjid supaya ada Satgas Takmir. Satgas Takmir ini keberadaanya penting sekali, karena mengatur jamaah itu kadang-kadang sulit. Nah, di sini lah nanti tugas Satgas Takmir yakni mengingatkan jamaah untuk selalu jaga jarak,” kata Bupati Rini.
Bupati menambahkan, selain jaga jarak, Satgas Takmir juga memiliki tugas mengingatkan kepada jamaah yang beribadah di Masjid agar selalu memakai masker. Dengan peran aktif Satgas Takmir diharapkan bulan Ramadhan di Kabupaten Blitar tidak memunculkan kluster tarawih.
“Satgas Takmir ini perananya sangat penting untuk mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Satgas Takmir yang dibentuk nanti harus pro aktif melaksanakan pengawasan di tempat ibadah,” tukasnya.
Lebih dalam di kesempatan ini orang nomor satu di Kabupaten Blitar memberikan pujian kepada Satgas Penanganan Covid-19 di desa-desa khususnya Desa Pasirharjo dan Desa Tegalrejo yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun demikian, Bupati berpesan kepada seluruh Satgas tingkat desa untuk meningkatkan antisipasi arus mudik menyambut hari raya Idul Fitri.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Fasilitasi Transportasi Ramah Disabilitas
“Pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk mudik pada Hari Raya Idul Fitri, namun hal ini tetap harus kita antisipasi bersama. Sebab melihat yang sudah-sudah, hari libur panjang seringkali menyumbang angka kenaikan Covid-19. Oleh sebab itu, libur ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang juga perlu diantisipasi, terutama bagi posko Covid-19 tingkat desa. Peran dan fungsinya harus bisa dimaksimalkan sebagai pusat perencanaan, koordinasi pengendalian dan evaluasi penanganan Covid-19 dalam skala mikro,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Blitar.
Dikatakan Bupati Rini, posko desa harus turut memantau mobilitas warganya maupun pendatang yang masuk ke wilayahnya, jika perlu tamu diwajibkan melapor. Sehingga bisa dilakukan tracing mengenai asal dan kesehatan yang bersangkutan.
“Dengan upaya pencegahan semacam ini, diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada ramadhan dan Idul Fitri mendatang,” pungkasnya .
