Perayaan Imlek di Kota Blitar Tanpa Barongsai dan Hiburan
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
05 - Feb - 2021, 11:09
BLITARTIMES - Suasana Tahun Baru Imlek 2021 mulai terasa di Kota Blitar, tetapi dengan nuansa berbeda karena pandemi covid-19. Kelenteng Poo An Kiong mulai melakukan persiapan pelaksanaan ibadah menyambut Imlek dengan sederhana dan menerapkan protokol kesehatan.
Ya, meski pandemi covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tidak melarang warga Tionghoa yang hendak beribadah di kelenteng. Syaratnya warga dan kelenteng diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di samping itu kelenteng juga diminta untuk membatasi jumlah warga yang beribadah.
Baca Juga : Oknum Guru di Blitar 10 Kali Setubuhi Siswi, Malah Pernah Dilakukan di Ruang Kepsek
“Peserta sembahyang kita batasi. Pembatasan ini seperti anjuran dari Satgas Penanganan Covid-19. Kapasitas hanya 30 sampai 50 persen. Untk warga yang lain biasanya sembahyang pribadi, datangnya secara pribadi, mereka sesuaikan jamnya sehingga tidak bergerombol dengan orang banyak,” ungkap pengurus Kelenteng Poo An Kiong Blitar Daniel kepada BLITARTIMES, Jumat (5/2/2021).
Daniel menambahkan, secara garis besar pada tahun ini di tengah pandemi covid-19 perayaan Imlek di Kelenteng Poo An Kiong Blitar tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan, tahun ini tidak ada acara hiburan, barongsai dan liong, kirab serta Tjap Go Meh.
Adapun acara inti dari perayaan Imlek yang tetap diselenggarakan di Kelenteng Poo An Kiong yakni sembahyang menghantarkan Kiem Sien (Patung Dewa ke Nirwana), memandikan Kiem Sien (Patung Dewa), sembahyang menyambut tahun baru Imlek, sembahyang menyambut Kiem Sien turun ke bumi, sembahyang kepada Tuhan yang maha esa (King Thi Kong), dan sembahyang Tjap Go Meh sebagai penutup.
“Yang ditiadakan hanya acara hiburaya. Lainya tetap ada, sembahyang tetap ada,” terang tokoh pemuda Tionghoa Blitar ini.
Baca Juga : Hilang Tiga Hari, Balita Asal Gresik Ditemukan Meninggal di Sungai Lekso
Dikatakannya, tahun baru Imlek ini banyak harapan dari warga Tionghoa di Kota Blitar. Harapan itu di antaranya pandemi covid-19 segera berakhir dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat bisa lebih baik.
“Tahun ini sionya sio kerbau. Kerbau itu punya sifat pekerja keras. Harapan kita rejeki kita tidak mandek, giat terus walaupun ada pandemi. Kerjaan lancar tidak terhalang Covid-19. Dan tentunya pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir,” pungkasnya.
