Suara Dentuman Masih Jadi Misteri, Wali Kota Malang Sutiaji: Saya Khawatir Proyek JLS
Reporter
Arifina Cahyati Firdausi
Editor
Pipit Anggraeni
03 - Feb - 2021, 08:30
MALANGTIMES - Fenomena suara dentuman semalam menggegerkan warga Malang Raya. Namun, hingga kini belum diketahui penyebab suara dentuman berkali-kali tersebut yang juga sempat mengkhawatirkan.
Wali Kota Malang Sutiaji pun turut merasakan dentuman suara yang terjadi sekitar dini hari pukul 00.35, Rabu (3/2/2021) ini. Melalui kanal Youtube pribadinya, ia mengungkapkan telah meminta kepada instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencari informasi terkait hal itu.
Baca Juga : Bed Occupancy Rate Terbilang Tinggi, Kota Malang Tambah 4 RS Rujukan Covid-19
Sebab, kabar yang beredar ke masyarakat luas yakni adanya aktivitas di dua gunung yakni Gunung Semeru dan Gunung Raung.
"Semalam ada fenomena alam atau apa, tapi yang jelas ada suara seperti dentuman yang menggema dan bahkan ada yang mengatakan seperti langkah kaki di angkasa. Setelah saya perintahkan kepada OPD terkait, BPBD untuk melacak ke BMKG, aktivitas di gunung semeru ternyata tidak ada aktvitas yang perlu dicurigai demikian juga di Gunung Raung," ungkapnya dalam video singkat yang diunggah beberapa menit yang lalu ini.
Karena adanya femonema tersebut, Sutiaji meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak cemas. Dalam hal ini, warga Kota Malang juga diimbau untuk meningkatkan ibadah sembari menunggu informasi lebih lanjut terkait fenomena dentuman tersebut.
"Maka, masyarakat diharapkan tenang. Jangan ada kecemasan. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan yang maha kuasa sambil menunggu informasi dari kami setelah kami mendapatkan atau mengkonfirmasi pada yang punya otoritas untuk menyampaikan itu," ungkapnya.
Baca Juga : Misteri Suara Dentuman di Malang Raya, BMKG Sebut Tak Ada Gempa Bumi
Video : FENOMENA SUARA DENTUMAN DI MALANG
Ketika ditanya oleh awak media, apakah ada kemungkinan aktivitas latihan militer, Sutiaji menjelaskan kiranya hal itu belum bisa dipastikan. Namun, ada kekhawatiran dentuman itu terjadi karena adanya aktivitas pembangunan JLS (Jalur Lingkar Selatan).
Meski begitu, pihaknya masih mengkonfirmasi hal itu lebih lanjut. Mengingat, kalaupun memang benar, proses pembangunan itu memang harus dilakukan dengan cara dentuman.
"Masak latihan Militer sampai malam, itu enggak ya. Saya khawatir ada proyek JLS. Ini kan juga belum konfirmasi, karena katanya proses pembangunan lagi jalan. Dan untuk bongkar yang namanya gunung, bukit, biasanya kan pakai dentuman. Ini kira-kira, kita belum koordinasi lagi dengan kabupaten," tandasnya.
