MALANGTIMES - Daya tampung fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di sejumlah daerah terkait penanganan pasien Covid-19 disoroti pemerintah pusat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bahkan menginstruksikan setiap daerah untuk menambah kapasitas ketersediaan bed guna memberikan pelayanan maksimal kepada pasien Covid-19. Terlebih bagi daerah yang Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur melebihi 70 persen.
Baca Juga : Pilkades Serentak Saat Pandemi, Bupati Sumenep Bakal Keluarkan Petunjuk Teknis
Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan kebutuhan akan kapasitas penanganan pasien Covid-19 dinilai masih cukup. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menambah rumah sakit rujukan.
"Kita semua sudah melakukan, ketersediaan BOR di kami masih 65,4 persen. Itu belum rumah sakit yang kita usulkan menjadi rumah sakit rujukan, dan sudah di acc. Termasuk RS Lapangan," ujarnya, ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (3/2/2021).
Dengan begitu, saat ini Kota Malang telah tersedia 11 rumah sakit rujukan Covid-19. Di antaranya, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, RS Lavalette, RSI Aisyiyah, RS Panti Waluyo RKZ Sawahan, RST Soepraoen, RS Hermina, RS Unisma.
Kemudian, RSUD Kota Malang, RS Lapangan Idjen Boulevard, Persada Hospital, dan RS Panti Nirmala. "Sekarang sudah ada 11 RS rujukan, rumah sakit daerah kita (RSUD Kota Malang) juga termasuk. Berarti nanti BOR-nya lebih," jelasnya.
Sebagai informasi, ambang batas Bed Occupancy Rate (BOR) atau rasio keterisian tempat tidur menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60 persen. Artinya jika itu melebihi, daerah diminta untuk menyediakan kapasitas tempat tidur tambahan untuk penanganan Covid-19.
Baca Juga : Tekan Angka Covid-19, Masyarakat Lumajang Diajak Manfaatkan Tanaman Obat Kelurga dan Akupresur
Sementara itu, Kepala RS Lapangan Idjen Boulevard Polkesma, dr Heri Sutanto menambahkan pihaknya juga sudah melakukan pemaksimalan dalam pelayanan di RS Lapangan. Yakni, dengan memaksimalkan ruangan High Care dan kapasitas bed total 306.
"Iya, High Care dan kapasitas perawatan secara umum kita maksimalkan, yang 306 bed itu. Tentunya karena ini RS Lapangan ini rumah sakit darurat, jadi sarana prasarana yang ada tetap dibuat dengan tempo cepat dalam mengalomodir kebutuhan pasien Covid-19," paparnya.