Kenang Abdul Hamid, Sekda Kota Malang: Beliau Pejuang Militer dan Pemerintah Daerah
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Dede Nana
31 - Jan - 2021, 09:24
MALANGTIMES - Warga Malang Raya tengah diselimuti duka mendalam atas meninggalnya mantan Bupati Malang ke-15 Brigjen (Purn) H. Abdul Hamid Mahmud, Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 06.00 WIB.
Duka mendalam pun juga dirasakan oleh Sekretaris Daerah (sekda) Kota Malang Wasto yang mengatakan, bahwa sosok Abdul Hamid Mahmud merupakan pejuang di berbagai bidang. Serta banyak mengabdikan pemikiran serta tenaganya untuk pembangunan di Kabupaten Malang maupun Jawa Timur (Jatim).
Baca Juga : Ini Layanan Prima Perpus UIN Malang, Pantas Jadi Member International Association of University Libraries
"Beliau seorang pejuang, baik militer maupun di pemerintah daerah pada masanya. Sehingga warna pembangunan di Jatim dari mulai Kabupaten Malang hingga Jawa Timur, salah satunya adalah kontribusi pemikiran beliau," ujarnya saat ditemui awak media di rumah duka yang beralamat di Jalan Kalimusodo Nomor 12 Kota Malang.
Wasto melanjutkan, bahwa sosok almarhum Abdul Hamid Mahmud merupakam sosok yang disiplin, familier, menjunjung solidaritas dan merupakan tokoh ideal pada masanya.
Wasto pun menambahkan, dari perjuangan pemikiran dan tenaga almarhum Abdul Hamid Mahmud itulah pembangunan di Kabupaten Malang hingga Jatim pada era-era selanjutnya lebih lancar. Semua itu tidak terlepas dari pemikiran Abdul Hamid.
"Saya cukup kenal dengan almarhum. Apalagi anaknya juga orang Pemkot, sehingga pada waktu beliau masih dinas sebagai bupati, membantu gubernur kami kan juga mengikuti. Sehingga dengan kerja real beliau, pemikiran beliau kami tahu," terangnya.
Lebih lanjut, Wasto juga mengatakan, bahwa mengapa sosok almarhum Abdul Hamid Mahmud juga berkontribusi dalam perkembangan Jatim pada masanya, karena sosok almarhum juga sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur Bidang Pembangunan.
"Lebih fungsi koordinasi dan perencanaan makro Jatim. Karena dulu kan (sebagai, red) Wagub Bidang Pembangunan. Sehingga konsep-konsep makro beliau dalam perencanaan Jatim diantaranya, ya pemikiran beliau," jelasnya.
Baca Juga : Sebulan Sebelum Wafat, Mantan Bupati Malang ke-15 Menderita Sakit di Perutnya
Sementara itu, Wasto juga berpesan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan agar dapat tabah dan ikhlas atas kepergian sosok almarhum Abdul Hamid Mahmud yang jelas memiliki banyak kenangan di mata keluarga.
"Kepada keluarga yang ditinggalkan, ini InsyaAllah yang terbaik untuk semua. Perencanaan Allah lebih baik dari pada perencanaan manusia. Sehingga mau tidak mau, keluarga harus tabah meneruskan perjuangan beliau sebagai generasi berikutnya," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sosok mantan Bupati Malang ke-15 yang menjabat pada periode tahun 1985-1995 ini sempat mengalami sakit di sekitaran perut sudah sejak sebulan yang lalu. Puncaknya pada hari Jumat (29/1/2021) malam, sosok almarhum mengeluh sakit yang agak berlebih. Sabtu (30/1/2021) dilarikan menuju Rumah Sakit Panti Nirmala. Lalu dilakukan tindakan dan ternyata vonis dokter menyatakan sosok almarhum Abdul Hamid Mahmud mengalami sakit asam lambung dan jantung. Akhirnya almarhum menghembuskan nafas terakhir pada hari Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 06.00 WIB.
