Beringin Paling Legend Tumbang, Ini Penjelasan DLH Lumajang
Reporter
Moch. R. Abdul Fatah
Editor
A Yahya
18 - Jan - 2021, 02:40
Tumbangnya pohon beringin di Alun-Alun Lumajang menjadi topik paling trending di Lumajang sore ini, Minggu (17/1).
Bahkan Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati yang mengaku sering bermain di bawah pohon beringin ini ketika masih sekolah di SMPN 1 Lumajang, yang tidak jauh dari Alun-Alun Lumajang, mengaku ingin melestarikan pohon beringin ini ketika baru dilantik.
Baca Juga : Semeru Semburkan Awan Panas, Wabup Lumajang Minta Warga Tidak Panik
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang Ir. Yuli Haris, malam ini menghubungi Jatimtimes.com dan menyebut pihaknya sudah berusaha keras untuk menyelamatkan pohon beringin tersebut dari kematian, karena sempat mengering karena rendahnya serapan air.
"Dulu ketika pohon ini mulai mengering, sempat menjadi kekhawatiran kami juga. Dan langkah untuk menyelamatkan pohon ini sudah kita lakukan. Kita lepas batu piring di sekitar pohon beringin kita ganti dengan rumput, agar resapan air makin bagus. Dan setelah itu pohon ini mulai bersemi bagus. Kami semua tidak menyangka kalau hari ini akan tumbang seperti ini," kata Yuli Haris.
Disamping melepas batu piring di sekitar pohon beringin, DLH juga telah memasang biopori untuk meningkatkan resapan air agar lebih tinggi dan pohon beringin ini menjadi lebih sehat.
"Pada area yang batu piringnya kita lepas sudah keluar akar-akar kecil. Dan ini pertanda baik, karena kami berharap akarnya makin sehat dan kuat," jelasnya kemudian.
Masih kata Yuli Haris, akar pohon beringin ini memang mulai lapuk sementara karena usia pohon yang sudah lebih dari 100 tahun, pohonnya sangat besar dengan daun yang mulai lebat karena musim penghujan. Sehingga tumbangnya pohon beringin ini diduga karena tak mampu lagi menahan beban pohon yang cukup besar.
Baca Juga : Dibawa Angin, Awan Panas Timbulkan Hujan Debu di Wilayah Utara Semeru
"Kami tempatkan satgas khusus di Alun-Alun Lumajang untuk merawat pohon yang ada di Alun-Alun Lumajang. Kita sirami agar serapan airnya cukup," kata Yuli Haris lagi.
Sama seperti warga Lumajang lainnya, DLH-pun juga tidak ingin pohon legend ini tumbang. "Karena memang usianya sangat tua dan kita sudah berusaha," tegasnya kemudian.
