Diguyur Hujan, Tanggul Ambrol Ancam Warga Kencong dan Gumukmas
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
12 - Jan - 2021, 02:50
Hujan deras yang mengguyur hulu lereng Gunung Argopuro Tanggul, ternyata memberikan dampak di wilayah Kencong dan Gumukmas yang dilalui aliran sungai Tanggul, bantaran Tanggul (Andil) sungai yang ada di Dusun Panggul Melati Desa Kepanjen Gumukmas ambrol sepanjang 20 meter.
Akibat dari ambrolnya bantaran sungai ini, warga di dua kecamatan yakni Kencong dan Gumukmas Jember terancam banjir jika, ambrolnya bantaran ini tidak segera diatasi. Terlebih hujan saat ini terus menerus mengguyur wilayah hulu.
Baca Juga : Di Jember Sekarang Musim Jalan Tumbuh Pisang
"Ambrolnya sekitar jam 15.20 wib, warga ramai membicarakan Bantaran tangkis tanggul yang longsor, setelah kami cek ternyata benar, kalau tidak segera diatasi, apalagi musim hujan masih berlangsung, bisa-bisa ambrol, apalagi ambrolnya bantaran sungai sudah mendekati tangkis utama,” ujar Edi Suwarno Warga Dusun Panggul Melati, Desa Kepanjen.
Edi dan warga lainnya, tidak dapat berbuat banyak, ia berharap pihak terkait dapat merespon keadaan ini. Ia menyebut, berkaca dari pengalaman sebelumnya jika keadaan makin memburuk dan tanggul jebol maka luapan air akan masuk ke pemukiman warga.
"Kami khawatir sewaktu-waktu jebol, apalagi kondisi saat ini masih musim penghujan kami khawatir jebol malam hari saat semua warga tidur," bebernya.
Sementara ditempat terpisah Kepala Sumber Daya Air Wilayah Kencong Heri Prasetya saat dikonfirmasi perihal longsornya bantaran sungai Kali Tanggul mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporkan ambrolnya bantaran sungai ini ke dinas di kabupaten maupun provinsi.
“Kami cek sementara dari laporan juru air dan benar memang terjadi longsor bantaran dan saya sudah laporkan ke dinas kabupaten maupun provinsi,” ucapnya.
Baca Juga : Banjir Lumpur Tutupi Jalan di Kota Batu hingga Masuk Rumah Warga
Untuk saat ini ia akan pastikan debit air di piscal Bendungan Pondok Waluh Kencong, jika piscal 3 meter lebih itu berbahaya untuk warga kawasan sekitar sungai.
"jika di bawah masih aman, kami mengiimbau kepada warga untuk tetap waspada sambil menunggu penanganan lebih lanjut," pungkas Heri Prasetyo (*)
