Kondisi jalan berlubang yang banyak bermunculan di Kabupaten Jember semakin memprihatinkan. Bahkan beberapa waktu yang lalu sudah memakan 3 korban jiwa sekaligus di wilayah Rowotayeng Sumberbaru Jember.
Untuk meminimalisir adanya korban berjatuhan, kini di beberapa ruas jalan di Jember, yang banyak lubangnya, oleh warga mulai ditanami pohon pisang. Kondisi ini pun seperti menjadi fenomena tanaman musiman.
Baca Juga : Diduga Mabuk, Pengendara Livina Tabrak Tiga Motor dan Satu Pejalan Kaki
Seperti yang dilakukan oleh belasan pemuda dari dua kecamatan di wilayah Jember Selatan, yakni Kencong dan Gumukmas. Mereka langsung turun ke jalan sepanjang hari 2 Km tersebut untuk mencari jalan yang berlubang dan telah memakan banyak korban untuk ditanami pohon pisang sebagai rambu rambu agar tidak ada lagi pengendara terperosok.
"Gerakan kami ini demi masyarakat pengendara jalan raya Kecamatan Gumukmas, bentuk protes kami ya begini, kita tanam pohon pisang ada lima titik lokasi terparah dan telah banyak korban terjatuh, kami tanami pohon pisang sebagai rambu-rambu agar pengendara bisa menghindarinya,” ujar Faris (32) koordinator aksi.
Faris juga mengungkapkan saat hujan turun, kondisi lubang-lubang yang cukup lebar dan dalam akan sulit dikenali kalau sudah ada genangan air. Kondisi ini jika dibiarkan akan menambah korban berjatuhan.
“Rata-rata kondisi lubang di jalanan sini, diameternya mencapai 1 meteran, dengan kedalaman antara 8-15 centi, aksi kami ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pengendara, kalau dibiarkan, mau berapa nyawa lagi akan melayang akibat jalan rusak parah di Jember ini," imbuhnya.
Baca Juga : Terperosok Jalan Berlubang Jember-Lumajang, Tiga Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil
Gerakan pemuda dua kecamatan tersebut ternyata direspon baik oleh masyarakat sekitar dan malahan banyak yang membantu memasangkan rambu-rambu dari pohon pisang bersama- sama. (*)