Penanaman 48 Ribu Pohon, Warnai HUT ke- 48 PDIP Tulungagung
Reporter
Muhamad Muhsin Sururi
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Jan - 2021, 02:18
Hari Ulang Tahun (HUT) ke 48 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dimeriahkan dengan aksi tanam 48 ribu pohon yang diawali di kawasan lereng Gunung Wilis Kecamatan Sendang, Minggu (10/01/2021).
Pada HUT tahun ini tema yang diambil adalah "Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan" yang diimplentasikan dengan budaya gotong royong mencintai lingkungan.
Baca Juga : Tol Malang-Kepanjen Diproyeksikan Bakal Berlanjut hingga Blitar dan Tulungagung
Ketua DPC PDIP Tulungagung, Susilowati mengatakan, menanam pohon ini juga sekaligus hadiah ulang tahun untuk Ibu Megawati yang ke 74, dan tanam pohon di sendang juga diikuti oleh Kader partai yang dipercaya masyarakat menjadi Bupati Tulungagung.
Setelah tanam pohon, lanjutnya, dilanjut dengan acara ceremonial HUT dan mendengarkan sambutan Ibu Ketua Umum dan Presiden Joko Widodo secara virtual.
"Acara puncak adalah pemotongan tumpeng, kita sediakan 48 tumpeng untuk dibagikan kepada masyarakat dan pengurus anak cabang," kata wanita yang juga menjadi anggota DPRD itu, Minggu (10/01/2021) sore.
Dijelaskan olehnya, karena masih dalam masa pandemi covid-19, acara HUT tahun ini digelar dengan peserta terbatas, dan untuk pengurus di tingkat kecamatan dan ranting untuk mengikuti secara virtual dengan zoom meeting yang telah disediakan oleh DPC.
Sebagai partai pemenang dan partai pelopor, kata Susi, pihaknya mengajak masyarakat untuk sadar dan peduli dengan lingkungan agar keseimbangan alam tetap terjaga.
"Intinya PDI Perjuangan peduli dengan perubahan iklim saat ini," tegasnya.
Sebagai ketua, ia berharap pada HUT kali ini pandemi covid-19 bisa segera berakhir, serta kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Tulungagung bisa tercapai, dan partainya tetap menjadi partai yang selalu di hati masyarakat.
Baca Juga : DLH Pemkab Lumajang Sebut Penebangan Pohon tidak Boleh asal
Di tempat yang sama, Sekretaris PDIP Tulungagung Sodik Purnomo menambahkan, sebagai kader partai, pihaknya selalu mengedepankan gaya berpolitik yang bermasyarakat, yang artinya bahwa berpolitik itu tidak hanya soal perebutan kekuasaan atau akses kekuasaan saja.
"Gaya berpolitik PDI Perjuangan itu sudah maju, sudah lebih mengedepankan tindakan kongkrit dalam hal ini keperpihakan partai terhadap lingkungan," katanya.
"Yang terpenting bagi kita adalah tetap terjun ke masyarakat agar problem dan aspirasi masyarakat bisa sampai ke partai," imbuhnya.
Terkait dengan acara tumpengan, lanjutnya, tumpeng mengandung filosofi kesejahteraan dan pihaknya berharap agar masyarakat Indonesia khususnya Tulungagung tetap bisa sejahtera walaupun ditengah pandemi covid-19 saat ini.
