Sekolah Tatap Muka di Batu Batal, Dewanti Rumpoko Minta Tak Dibandingkan Dengan Pembukaan Wisata
Reporter
Irsya Richa
Editor
Pipit Anggraeni
05 - Jan - 2021, 06:45
Pembelajaran semester genap mulai dilaksanakan secara daring di Kota Batu. Kebijakan pembelajaran itu diambil oleh Pemkot Batu lantaran Kota Batu masih dalam zona oranye di tengah pandemi Covid-19 ini.
Dengan adanya kebijakan pembelajaran secara daring itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko meminta pemahaman kepada masyarakat Kota Batu agar tidak membandingkan dibukanya tempat wisata dengan sekolah. “Jangan bandingkan sekolah dengan tempat wisata, itu bukan apple to apple," kata Dewanti.
Baca Juga : Meski Pandemi Covid-19, Pemkot Batu Mampu Lampaui Target PAD 2020 Rp 123,6 Miliar
Ia menambahkan, belum dibukanya sekolah itu lantaran anak-anak lebih berisiko akan tertularnya penyakit. “Keselamatan dan kesehatan anak ini yang utama. Jadi tidak bisa dibandingkan dengan dibukanya tenpat wisata,” imbuhnya.
Sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan, proses belajar mengajar tatap muka bisa dilaksanakan jika daerah tersebut masuk pada zona hijau atau kuning. Sehingga, Pemkot Batu tidak ingin mengambil risiko.
Meskipun nantinya Kota Batu statusnya zona kuning atau hijau, pembelajaran tatap muka masih perlu dilakukan persetujuan terlebih dahulu dari wali murid. Persetujuan dari wali murid ini merupakan persyarakat terakhir.
Menurutnya untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka itu syaratnya melengkapi fasilitas pencegahan atau protokol kesehatan. Lalu kesiapan guru, hingga melakukan rapid test untuk seluruh guru di sekolah tersebut.
“Kota Batu saat ini masih melaksanakan pembelajaran secara online. Jika nantinya Kota Batu masuk zona kuning atau hijau, akan kita proses persyaratannya. Mari kita beri pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa di Batu belum saatnya sekolah,” terang istri Eddy Rumpoko ini.
Baca Juga : Telan Dana Rp 75 M, Proyek Ijen Geopark Dinilai Lakpesdam NU Bondowoso tidak Pro Rakyat
Sementara itu, sekolah di Kota Batu yang melakukan pembelajaraan tatap muka dan sesuai protokol kesehatan yang ketat hanya ada di SDN Gunungsari 4. Sebab di sana tidak dapat menjangkau jaringan internet.
