Warga Tulungagung Ramai Buru Ayam dan Arang Jelang Pergantian Tahun

Reporter

Anang Basso

Editor

Dede Nana

01 - Jan - 2021, 02:55

Ayam dan Arang / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES


Tahun baru selalu identik dengan  acara kumpul bersama keluarga atau teman. Tak lupa dengan ritual ‘pembakaran’ berbagai bahan makanan. Seperti jagung, ayam, ikan dan lainnya. Meski di tengah pandemi Covid-19 dan adanya instruksi Bupati Tulungagung tentang jam malam, nyatanya penjual ayam, ikan dan arang mengalami kenaikan omzet yang tetap besar.

"Sejak malam natal, hingga sore ini arang sudah terjual 6 kwintal lebih," kata Fatim, penjual arang di Tulungagung, Kamis (31/12/2020).

Baca Juga : Kapolres Malang Tegaskan Larang Konvoi di Malam Tahun Baru, Pasukan Gabungan Siap Patroli

Permintaan ini menunjukkan banyaknya warga yang antusias menggelar acara bakaran meski diyakininya tidak melibatkan banyak teman.

"Cenderung kegiatan bakaran hanya bersama keluarga saja. Tidak undangan komunitas atau banyak orang," jelasnya.

Senada dengan Fatim, penjual ikan Subawi (35) mengaku juga mengalami kenaikan omzet yang lumayan.

"Ayam utuh sudah banyak yang pesan sejak beberapa hari dan minta diambil hari ini," kata Subawi.

Jika hari biasanya, ayam yang di jual hanya potongan atau kiloan, untuk malam tahun baru 2021 ini banyak yang pesan utuh bahkan ayam hidup.

"Ada yang minta disembelihkan ayam lokal dan ayam potong utuh bersih dari bulu dan kotoran. Bahkan banyak yang pesan ayam hidup," ungkapnya.

Jika biasanya banyak penjual terompet dan kembang api di sepanjang jalan, untuk tahun ini tak satupun tampak dipajang.

Seperti diketahui, Melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Malam Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Tulungagung. Pelaksanaan jam malam di Kabupaten Tulungagung mengacu pada Surat Gubernur jatim di mulai  jam 20.00 WIb sampai dengan jam 04.00 WIB.

Baca Juga : Tak Terapkan Jam Malam, Pemkot Batu Tutup Alun-Alun dan Beberapa Ruas Jalan

Instruksi yang dikeluarkan itu pada intinya agar seluruh camat hingga kepala desa dan penegak hukum agar menginstruksikan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah, tidak berkerumun atau berkumpul yang berpotensi mengundang massa.

Kemudian, bagi masyarakat untuk ditekankan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan bagi penegak hukum untuk melakukan patroli secara rutin dan menindak tegas setiap warga masyarakat yang melanggar instruksi bupati ini.

Meski demikian, dikecualikan bagi masyarakat yang punya kepentingan mendesak seperti berobat atau sakit, melakukan aktivitas kerja sebagai pedagang di pasar, karyawan pada fasilitas kesehatan, apotek, hypermarket dan departemen store, supermarket, mall dan petugas pengamanan.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette