Usai Pilkada Kasus Covid-19 di Banyuwangi Naik  4,3 Persen

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

A Yahya

24 - Dec - 2020, 03:00

Peta Sebaran kasus Covid 19 di Banyuwangi tanggal 22 Desember 2020 Nurhadi Banyuwangi Jatim Times


Kasus positif Covid-19 di Banyuwangi usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) meningkat signifikan. Data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi menyebutkan jumlah warga yang terkonfirmasi positif meningkat 4,3 persen dari bulan sebelumnya. 

"Berdasarkan data yang ada dalam bulan Desember 2020 sampai tanggal 22 terjadi kenaikan sebesar 4,3% dibanding bulan sebelumnya," jelas Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penangan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi Menurut dr. Widji Lestariono.

Baca Juga : Tiga Kepala Dinas di Pemkab Jombang Positif Covid-19

Namun Jubir yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi menyatakan kenaikan itu tidak berkaitan langsung dengan Pilkada di Banyuwangi. "Nggak (tidak ada kaitannya dengan Pilkada, Red), Sepertinya tidak," tambah Jubiar yang akrab disapa dr Rio ini.

Selanjutnya dr Rio berharap agar warga masyarakat selalu disiplin dalam menaati dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah antara lain dengan mengunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan selalu menjaga jarak sebagai upaya untuk memutus penyebaran wabah Covid 19 di wilayah Banyuwangi .

Dalam pemberitaan sebelumnya Pemkab Banyuwangi menggelar operasi yustisi dan memberikan sanksi  tegas bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19 di wilayah Banyuwangi.

Menurut H Mujiono, Sekretaris Daerah kabupaten Banyuwangi sekaligus sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid 19 kabupaten Banyuwangi  menuturkan lanjakan kasus penyebaran wabah Covid 19 disinyalir karena adanya kegiatan-kegiatan keagamaan, pesta pernikahan,  ada reuni, acara  wisuda sarjana dan juga kampanye pilkada dan juga karena ada liburan.” Itulah yang menyebabkan cluster-cluster baru penyebaran wabah Covid 19 di Banyuwangi. Sehingga jam operasional atau buka tutup pasar modern dan tradisional akan dievaluasi kembali dan maksimal bukanya jam 18.00 sore,”tegasnya.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Kota Batu Tembus Seribu, Ini Panduan bagi Wisatawan

Dalam menghadapi libur natal dan tahun baru serta mengantisipasi orang yang mau masuk Banyuwangi, pemkab mengeluarkan kebijakan pendatang harus membawa bukti rapid tes. Selain itu akan memulihkan kembali pelaksanaan check poin di pintu masuk Banyuwangi baik di wilayah barat maupun utara (Wongsorejo) . “Untuk check poin perlu dibahas lagi secara teknis.  Pintu masuk di Kalibaru sudah jelas. Namun untuk wilayah utara belum diputuskan di Wongsorejo atau di jembatan timbang kawasan pelabuhan Ketapang. Selanjutnya sudah ada di ASDP, kalau di Licin sebenarnya juga ada tapi kecil kemungkinan orang lewat sana. Sehingga yang utama yaitu untuk jalur utara, barat dan di penyeberangan yang akan dioptimalkan lagi,”kata H Muji. 

Pendatang yang melintas di Banyuwangi harus melampirkan hasil rapit tes bukan rapid tes antigen kepada petugas. Yang tidak kalah penting pemkab Banyuwangi akan melaksanakan secara optimal imbauan dari presiden RI Jokowi bahwa akan ada refocusing anggaran tahun 2021 untuk digunakan pencegahan dan penanggulangan serta vaksinasi untuk penanganan wabah Covid-19.


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette