Kotak Amal untuk Pendanaan Teroris Tersebar di Malang, Polres Malang Lakukan Penyisiran

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

21 - Dec - 2020, 09:29

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di Lobi Mapolres Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes). 


Kabar tersebarnya 2.500 kotak amal untuk mendukung gerakan teroris di wilayah Malang tengah ditelusuri oleh Polres Malang. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar bahkan telah mengerahkan seluruh kapolsek dan babhinkamtibmas untuk menelusuri keberadaan ribuan kotak amal tersebut di wilayah Kabupaten Malang. Sejumlah tempat ibadah mulai dari masjid, musala dan tempat-tempat ibadah telah dilakukan penyisiran.

Namun, hingga saat ini tidak diketemukan satu kotak amal pun yang diduga disebar oleh kelompok Jamaah Islamiyah (JI) untuk mendukung kegiatan-kegiatan terorisme. "Sampai saat ini belum kami temukan, hampir seluruh masjid yang ada di wilayah Kabupaten Malang hampir tidak ada sama sekali menerima kotak amal yang dikhususkan untuk pendanaan kegiatan-kegiatan terorisme," kata Hendri saat dikonfirmasi oleh awak media di Mapolres Malang, Senin (21/12/2020). 

Hendri menjelaskan, penyisiran yang dilakukan di banyak tempat. "Untuk langkah preventif, seluruh kapolsek saya wajibkan untuk menugaskan Babhinkamtibmasnya bersama Babinsa untuk mengecek ke seluruh masjid, musala dan tempat-tempat keagamaan," ungkapnya. 

Lanjut Hendri bahwa upaya tersebut dilakukan semata-mata untuk memastikan kepada jajaran pengurus dan takmir masjid maupun musala bahwa tidak terdapat unsur kesengajaan penyediaan kotak amal yang diduga disebar oleh kelompok JI. 

"Memastikan kepada pengurus dan takmir masjid bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam penyiapan kotak amal (untuk pendanaan JI, red) yang ada di masjid-masjid tersebut," terangnya. 

Hingga sampai saat ini, perwira menengah dengan dua melati di pundak ini mengatakan bahwa di seluruh masjid, musala atau pun tempat ibadah lainnya belum ditemukan kotak amal yang diduga untuk pendanaan kelompok JI. 

"Sampai saat ini belum kami temukan, hampir seluruh masjid yang ada di wilayah Kabupaten Malang hampir tidak ada sama sekali menerima kotak amal yang dikhususkan untuk pendanaan kegiatan-kegiatan terorisme," tegasnya. 

Jika pada saat penyelidikan ditemukan kotak amal diduga disebar oleh kelompok JI di wilayah hukum Polres Malang, pihaknya akan langsung melakukan koordinasi dengan jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Intelkam. 

"Ya langkahnya (jika ditemukan, red) kita akan koordinasikan dengan Densus 88 kemudian kita koordinasikan dengan Intelkam untuk mengambil langkah tindak lanjut kepada masjid ataupun tempat ibadah yang ada kotak amal khusus ini," jelasnya. 

Upaya-upaya ini dilakukan untuk terus menjaga kondusifitas wilayah hukum Polres Malang yang ada di Kabupaten Malang, agar masyarakat dapat menjalani hidup dengan tenang, tentram dan tidak dihantui kekhawatiran berlebih terkait adanya pergerakan kelompok-kelompok terorisme. 

Sebagai informasi, dilansir dari jpnn.com Kabid Humas Polda Jaawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pihaknya mendukung segala bentuk langkah dari Densus 88 Antiteror untuk memberantas teroris dari jaringan JI, utamanya di wilayah Jawa Timur. "Yang menangani (kasus terorisme) Mabes Polri. Kami akan mendukung penuh Polri dalam memberantas terorisme, khususnya di wilayah Jawa Timur," terangnya. 

Berdasarkan keterangan terduga teroris dengan inisial FS yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror bahwa terdapat 20 ribuan kotak amal yang disebar untuk pendanaan aksi terorisme. 

Di wilayah Provinsi Jawa Timur saja terdapat tiga kota besar yang menjadi sasaran penyebaran kotak amal oleh kelompok JI, yakni Malang sebanyak 2.500 kotak amal, Magetan 2.000 kotak amal dan Surabaya sebanyak 800 kotak amal. 

Total terdapat 5.300 kotak amal yang diduga miliki kelompok JI yang disebar di wilayah Jawa Timur. Kotak amal tersebut memiliki ciri-ciri berupa kotak kaca dengan lis kayu atau alumunium. Diduga hasil penggalangan melalui kotak amal tersebut digunakan untuk biaya latihan militer dan aksi terorisme kelompok JI.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette