Candikolo di Mata Orang Tulungagung

Reporter

Anang Basso

Editor

Dede Nana

20 - Dec - 2020, 02:23

Candikolo yang di foto warga Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES


Orang Tulungagung biasanya menyebut dengan candikolo. Warna langit merah merona di saat senja tiba, itulah fenomena yang beberapa hari ini terjadi. Serta ramai jadi perbincangan di berbagai daerah.

"Candikolo, sinarnya membuat orang menjadi cerah, cantik dan tampan," ujar Warni (45) warga yang melihat langsung langit merah merona di pinggiran sawah masuk Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol.

Baca Juga : 5 Aksi Nekat Percobaan Pencuri Jasad Rasulullah Muhammad SAW

Saat media ini menghampirinya, Warni menceritakan, jika candikolo tidaklah tiap saat bisa dijumpai.

"Biasanya pas musim hujan atau bahkan kemarau panjang. Namun candikolo ini bukan seperti perputaran hari atau tahun yang bisa dipastikan jadwalnya," ujarnya.

Warna candikolo ini juga berbeda-beda, terkadang warnanya kuning, jingga dan merah.

"Indah, namun jika diamati bisa sedikit agak seram dan menakutkan. Apalagi saat ada gumpalan langit atau mendung hitam di angkasa," jelas Andik, yang juga ikut melihat fenomena ini dengan mengambil gambar dengan ponselnya.

Jika candikolo keluar, menurut Kusnoto pria yang belajar banyak kejawen ini menjelaskan, itu merupakan pergantian waktu menjelang malam dengan perubahan udara menjadi dingin dan lembab. Dalam pemahamannya, Candikolo berasal dari kata Sandyakala yaitu kata sandya dan kala.

"Sandi berarti remang-remang atau samar. Ini lazim karena memang menjelang malam. Sementara kala artinya saat (waktu)," ungkapnya.

Karena orang Tulungagung dalam pengucapan sering menggunakan istilah o bukan a, maka candik olo itu untuk kata olo berarti tidak baik.

"Dahulu, jika muncul candikolo ini orang wajib menghentikan segala kegiatan. Karena waktu menjelang magrib itulah aktivitas makhluk gaib dimulai apalagi anak-anak kecil harus masuk ke dalam rumah," terangnya.

Baca Juga : Ramai di Medsos Urusan Wifi, Dua Pihak Bermasalah di Tulungagung Selesai di Atas Materai

Lebih dari itu, anak-anak juga dilarang duduk di depan pintu. Orang dahulu percaya, keluarnya candikolo adalah waktu yang tidak baik dan makhluk halus lewat.

Justru dizaman kekinian, menurut Kusnoto, banyak orang pada saat matahari tenggelam asyik menikmati suasana dan keindahannya.

"Bahkan orang berburu yang dinamakan sunset ini. Ya barangkali memang indah jika diabadikan. Bagi kami yang memahami silsilah budaya hal ini tak baik dilakukan," paparnya.

Jika candikolo datang, para pewaris budaya leluhur akan menjadikan media perenungan (semedi) dan dalam hatinya mengangumi sang pencipta.

"Jadi memandang keindahannya dari hati, merenung dan mengagumi betapa pencipta kita ini benar-benar luar biasa menghadirkan apapun pada semesta," pungkasnya. 


Topik

Serba Serbi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette