Karena dianggap mencemarkan nama baik dan ujaran kebencian, antar pemain Wifi nyaris berurusan dengan pihak berwajib. Namun, karena ada jalur penyelesaian lain, masalah ini selesai saat mereka bertemu dan saling memaafkan.
Awalnya, ada satu kasus pemasangan wifi dengan box saling berdekatan di rumah salah satu warga. Namun, karena pemilik jaringan wifi lainnya tak terima boxnya didekatkan, kemudian mempostingnya ke media sosial Facebook.
Baca Juga : Bukan Mama dan Kades, Anggota Dewan di Tulungagung Juga "Minta-Minta Pulsa"
"Dari desa sebelah memposting seakan-akan kabel jaringan kami mengganggu milik dia dan berada di wilayah kami," kata Andik Setiawan, pengelola wifi Karang Taruna, Selasa (15/12/2020).
Lanjut Andik, pemasangan box dan kabel di rumah warga lalu di-Posting orang itu menurutnya telah mendapatkan izin. "Itu sudah izin pemilik rumah, terus tim mereka (Pundensari) malah bilang jika saya pengecut. Padahal, memang saya gak bisa komentar di akun facebooknya," terang Andik.
Karena postingan yang kurang enak dibaca netizen dan bahkan banyak mengandung komentar menyudutkan, Andik datang ke pimilik akun berinitial MJ. "Akhirnya saya datang ke rumahnya, minta pertanggung jawaban. Awalnya dia tidak mau, saya minta ke polsek terdekat kalau memang tidak mau dan sempat terjadi perdebatan," jelasnya.
Karena memang ada kesalahan yang dilakukan, disebutkan Andik, MJ segera menyadari dan menganggap permasalahan itu bentuk kekhilafan. "Akhirnya saling memahami, dia setuju buat pernyataan dan saya memaafkan," jelasnya.
Baca Juga : Cerita Hujan di Masa Lalu, Anak-Anak di Tulungagung Suka Isi dengan Permainan Ini
Ada dua orang yang telah membuat pernyataan, selain MJ seorang yang komentar pedas berinitial SJ juga turut tanda tangan. Atas hal ini, Andik mem-Posting kejadian tersebut di akunnya untuk menandakan jika masalah telah selesai.