Jelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bondowoso Kian Meroket

Reporter

Abror Rosi

Editor

Yunan Helmy

15 - Dec - 2020, 10:40

Aktivitas penjual daging ayam di Pasar Induk Bondowoso. (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)


Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2021, harga daging ayam di Kabupaten Bondowoso mulai mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Salah satu pedagang daging ayam di pasar induk Bondowoso, Rere, menjelaskan semula harga daging ayam Rp. 14 ribu per kilogram. Namun, jelang Nataru, harga naik menjadi Rp. 22.500 per kilogram. 

Baca Juga : Promo Akhir Tahun! Beli Apartemen di Malang Ini Angsurannya Cuma 1 Juta-an!

Sayangnya, kenaikan harga daging ayam tersebut tidak diimbangi dengan jumlah penjualan yang cenderung menurun. " Ya, karena corona ini, yang jelas drastis turunnya. Biasanya kita bisa ngangkat 50 kilo, sekarang hanya 30 kilo," katanya di Pasar Induk Bondowoso, Selasa (15/12/2020).

Tidak hanya itu. Rere juga menyebut pasokan daging ayam dijatah sesuai dengan jumlah pengambilan setiap hari.  Sehingga pedagang harus pandai-pandai mengatur stok daging agar persediaan tetap ada.

"Mungkin karena harga ayam naik. Seperti pengepul tidak mau nanggung rugi karena pakannya mahal," jelasnya.

Selain daging ayam, hasil monitoring Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, harga telur ayam ras naik dari Rp 24 ribu menjadi Rp 25 ribu. Cabai rawit merah dari Rp 34 ribu naik menjadi Rp 36 ribu, cabai rawit hijau dari Rp 18 ribu naik menjadi Rp  23 ribu.

Kondisi berbeda terjadi pada harga gula pasir yang tidak mengalami perubahan harga. Yakni Rp 12 ribu, tepung terigu tetap Rp  8 ribu, bawang putih Rp 20 ribu dan bawang merah Rp 30 ribu per kilogram.

Begitu juga  harga daging sapi yang tidak mengalami kenaikan. Seperti yang dijelaskan oleh Hj Rusdi, salah seorang penjual di Pasar Induk Bondowoso, bahwa harga daging sapi jelang Nataru tidak berubah.

Baca Juga : Buat Uang Bekerja untukmu di Taman Tirta Malang

 Menurut dia, kenaikan harga daging sapi hanya terjadi saat momen-momen tertentu seperti Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri. " Kalau yang bagus itu Rp 110 ribu per kilogram. Kalau yang rawonan itu Rp 90 ribu," katanya.

Dia yakin, hingga Nataru harga daging sapi tidak akan terjadi kenaikan. Begitu juga dengan jumlah permintaan, tidak mengalami perubahan berarti. "Yang banyak beli biasanya orang desa. Kalau lainnya paling cuma seperempat, setengah kilo," tutupnya.

 


Topik

Ekonomi, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette