Petani Tak Terima Pupuk, PPB Kembali Datangi Kantor Dispertahorbun
Reporter
Imam Faikli
Editor
Dede Nana
10 - Dec - 2020, 10:05
Meski sudah hampir pergantian tahun, rupanya persoalan pupuk di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih banyak warga yang belum memperolehnya.
Menurut Kordinator lapangan (Korlap) Subeiri, pada Bulan November lalu, pihaknya bersama pemuda lainnya yang tergabung dalam Paguyuban Pemuda Bangkalan (PPB) sudah melakukan aksi demonstrasi.
Baca Juga : Viral Video Emak-Emak Terima Sembako Tapi Tak Mau Coblos Calonnya di Surabaya
"Tapi hingga saat ini, masyarakat tani di Desa Katol Barat, belum mendapatkan pupuk semua. Bahkan ada yang sudah dapat bisa dapat lagi, sedangkan yang belum dapat meskipun berkali-kali mau beli belum dikasih," ungkapnya usai lakukan audiensi di Dinas Pertanian, Kamis (10/12/2020).
Subeiri mengaku belum menemukan langkah konkret dari Dinas Pertanian. Sebab kenyataan di lapangan tak sesuai dengan apa yang disampaikan saat dirinya lakukan aksi pada Bulan November lalu.
"Untuk itu kami datang ke sini lagi. Ingin meminta tindakan konkret terkait pupuk dari Dinas Pertanian," tegasnya.
Tidak hanya itu, Subeiri juga menyoal tentang harga pupuk yang menurutnya masih ada yang tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). "Padahal, soal harga sudah kami singgung sejak kita aksi, namun hingga saat ini masih belum digubris oleh Dinas Pertanian dan di lapangan masih belum seragam," ujarnya.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan Puguh Santoso, mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan konkret terhadap persoalan pupuk di Kecamatan Geger, khususnya di Desa Katol Barat.
Bahkan, Puguh sapaan lekatnya itu, mengaku akan menghubungi para petani yang belum kebagian pupuk. "Nanti kita akan hubungi mereka melalui distributor di Kecamatan Geger, agar segera menerima pupuk," ucapnya.
Tidak hanya itu, dia berjanji pupuk akan ia salurkan paling lambat di akhir bulan Desember ini. "Paling lambat akhir bulan ini. Masyarakat tani di Katol Barat akan kami distribusikan pupuknya," ujarnya.
Baca Juga : Bukan Hanya di Jalan Nasional, Sonokeling di Jalur Kecamatan di Tulungagung Juga Ditebangi
Perihal harga pupuk yang masih dianggap tidak sesuai HET, lagi-lagi ia menegaskan, bahwa harga pupuk harus disesuaikan dengan HET.
"Karena itu sudah sesuai dengan ketentuan dari pemerintah," pungkasnya.
