Heboh JK Dikaitkan dengan OTT Edhy Prabowo, Ini Kata Gerindra
Reporter
Desi Kris
Editor
Nurlayla Ratri
06 - Dec - 2020, 04:12
Isu mengejutkan muncul terkait kasus suap Menteri KKP Edhy Prabowo. Pasalnya nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dikait-kaitkan dengan OTT kasus benih lobster.
Kabar ini muncul setelah sempat beredar sebuah rekaman video berisi suara calon Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang menyebut JK sebagai aktor di balik penangkapan Edhy.
Baca Juga : Ngabalin Polisikan Eks Staf KSP karena Dituding Jebak Edhy Prabowo ke Bui
Hal ini pun langsung dibantah oleh pihak Gerindra. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad meragukan JK telah mengintervensi KPK.
"Saya nggak mau komentar lebih banyak karena nggak tau pasti apa benar itu rekaman suara asli DP (Danny Pomanto)," kata Dasco.
Ia lantas menilai jika JK tidak mungkin terlibat dalam kasus ini. Ia tidak yakin JK bisa bermain tidak fair.
"Nggak mungkin tokoh senegarawan JK bermain tidak fair mengintervensi lembaga," ucapnya.
Selain itu Dasco juga yakin KPK tidak akan bisa diintervensi dalam melakukan penegakan hukum terkait kasus korupsi. Diketahui, rekaman video berisi suara Danny menyebut JK sebagai aktor di balik penangkapan Edhy oleh KPK.
JK, kata Danny hendak membenturkan Jokowi dan Prabowo untuk kepentingan Pilpres 2024. Terkait hal ini, sebelumnya Danny mengakui jika suara dalam rekaman itu adalah suaranya.
Baca Juga : Kasus Suap Benur, Ini Jawaban Edhy Prabowo Ditanya soal Tas Hermes hingga Sepeda Mewah
Hanya saja, Danny menyebut perbincangan itu sebatas analisa politik dan perbincangan lepas dirinya dengan beberapa orang.
"Itu percakapan di dalam rumah saya, dalam rumah saya, orang rekam. Jadi sebenarnya itu adalah percakapan biasa, analisis politik dan hak setiap orang kan begitu. Sebenarnya saya korban ini. Kenapa ada yang rekam dan sebar. Aneh," tutur Danny.
Sementara jubir JK, Husain Abdullah menilai KPK harus segera memanggil Danny Pomanto yang menyebut penangkapan Menteri Edhy Prabowo atas kontrol JK. Husain menyebut isu tersebut sebagai fitnah.
"Bukan sekedar masalah Pak JK, tapi sudah fitnah yang mengadu domba antarelite. Bahkan mendemoralisasi KPK," sebut Husain.
