Dilengkapi Fasilitas Cuci Tangan, Warga Jember Diminta Tetap Nyoblos Meski Masih Pandemi Covid-19
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Nurlayla Ratri
02 - Dec - 2020, 02:24
Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Jember 2020 sudah diambang pintu, yakni pada Rabu 9 Desember 2020 mendatang. Walau pandemi Covid-19 belum berakhir, Pilkada bakal tetap dilangsungkan.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Gatot Triyono berharap pilkada bisa berjalan meriah dan hal itu ditandai dengan tingginya tingkat kehadiran pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS) .
Baca Juga : Awali Debat Pamungkas, Paslon SanDi Panjatkan Doa Demi Kesembuhan KH Said Aqil Sirajd
“Pilkada Jember 2020 ini untuk memilih calon bupati dan wakil bupati, karena itu Covid-19 jangan jadi alasan untuk tidak memilih. Pemerintah daerah akan menerapkan aturan protokol kesehatan sehingga memberi rasa aman kepada pemilih,” terang Gatot.
Gatot menambahkan, saat gelaran Pilkada nanti di setiap TPS akan dilengkapi tempat cuci tangan, untuk mencegah kemunculan kluster baru.
Hal senada disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jember, Hanafi. Mantan jurnalis televisi ini mengimbau agar warga tidak tidak ragu dalam menggunakan hak pilihnya.
“KPUD Kabupaten Jember tidak menginginkan coblosan kali ini TPS sepi, untuk itu jangan lupa untuk tetap memilih dan jangan golput,” ungkap Hanafi.
Baca Juga : Bagikan Uang 10 Ribu dan Minta Coblos Calonnya, Pria Bangsalsari Jadi Tersangka
Tak hanya itu, KPUD Kabupaten Jember terus melakukan sosialisasi Pilkada sebagai pendidikan politik bagi masyarakat. Mereka juga meminta masyarakat harus berani menolak politik uang menjelang Pilkada dilangsungkan.
“Politik uang itu laksana kanker dan akan menggerogoti keberlangsungan pesta demokrasi, karena itu harus kita lawan bersama-sama politik uang itu agar Pilkada berlangsung aman dari segala gangguan,” pungkas Hanafi. (*)
