Cerita Petugas Penyemprot Disinfektan, Takut Tertular saat Bertugas

Reporter

Joko Pramono

Editor

Yunan Helmy

05 - Nov - 2020, 02:23

Petugas saat menyemprot disinfektan di fasilitas umum. (Joko Pramono for jatim TIMES)


Pengendalian covid-19 di Tulungagung bisa dibilang terkendali. Hal itu terbukti dengan tingginya tingkat kesembuhan covid-19 Kabupaten Tulungagung yang di atas 90 persen.

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama semua pihak dalam melakukan sosialisasi dan tindakan pencegahan.

Baca Juga : Kejadian Awal Bulan di Kota Batu, Tembok Pabrik Jamur Ambrol dan Pohon Ambruk

Salah satu pencegahan yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan di tempat yang berisiko terjadi penularan covid-19.

Dan, petugas penyemprotan disinfektan menjadi salah satu garda terdepan pengendalian covid-19. Dalam melakukan penyemprotan, petugas harus memakai baju pelindung (hazmat) agar tidak tertular covid-19.

Baju hazmatt merupakan pakaian pelindung dari bahan khusus yang menutupi seluruh tubuh pemakainya.

Namun sejuta pertanyaan muncul, nyamankah berada dalam baju hazmat? Muhammad Khotib Farodli, petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung yang sering melakukan penyemprotan disinfektan, mengungkapkanya.

Saat berada dalam hazmat, dirinya merasa gerah yang luar biasa hingga terkadang mengalami dehidrasi lantaran keringat terus keluar. “Panas, kalau dibilang mirip sauna,” ujar Khotib lalu tertawa.

Kondisi ini dialaminya sejak merebaknya pandemi.   Apalagi saat puncak pandemi kala Tulungagung menjadi zona merah penyebaran covid-19, dirinya harus setiap hari melakukan penyemprotan hingga di 4 lokasi berbeda.

Baca Juga : Benda Mirip Granat Hebohkan Warga Selopuro Blitar, Ternyata...

Rasa capai dan dehidrasi sering dialami. Namun demi tugas, dirinya tetap melakukan penyemprotan disinfektan. “Kalau capai pasti, tapi karena tugas ya tetap kita kerjakan,” ujar Khotib.

Khotib sendiri mengaku waswas saat menjalankan tugasnya. Takut tertular selalu menghantuinya.  

Namun bapak dua anak ini yakin jika memakai hazmat dengan benar, maka risiko penularan bisa diminimalisasi. “Rasa takut itu manusiawi, tapi saya yakin kalau memakai pelindung dengan benar tidak akan tertular,” kata pria kelahiran Tulungagung 38 tahun lalu itu.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette