free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

BBM Langka, Picu Antrean Panjang hingga Memakan Korban Jiwa

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

16 - Jul - 2026, 13:42

Loading Placeholder
Potret antrean yang mengular panjang di salah satu SPBU di Sumatera. (Foto: lensacinematic.sumut)

JATIMTIMES - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera menjadi sorotan publik. Antrean panjang kendaraan mengular di berbagai SPBU, bahkan kondisi itu disebut telah memakan korban jiwa. 

Di tengah situasi tersebut, video seorang ibu menangis karena tidak kebagian BBM setelah mengantre berjam-jam juga viral di media sosial. Dalam unggahan Instagram @nowdots terlihat seorang ibu duduk dengan menaiki sepeda motornya tampak mengusap air mata menggunakan kerudung yang dikenakannya.

Seorang ibu mengusap air matanya saat tak mendapatkan BBM. (Foto: @ferribassbetot)

Seorang ibu mengusap air matanya saat tak mendapatkan BBM. (Foto: @ferribassbetot) 

Baca Juga : Wali Kota Eri Tegaskan Aduan Warga Harus Segera Dituntaskan

Diduga, ibu tersebut telah mengantre sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Namun saat gilirannya tiba untuk mengisi BBM, petugas menyampaikan stok bahan bakar sudah habis sehingga ia harus pulang tanpa mendapatkan BBM.

Akun @nowdots menyebutkan bahwa kelangkaan BBM, khususnya solar, terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan memicu antrean panjang di berbagai SPBU, terutama di Palembang dan Medan.

"Kelangkaan BBM, khususnya solar, terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan memicu antrean panjang di berbagai SPBU, terutama di Palembang dan Medan. Sejumlah sopir bahkan harus menunggu berjam-jam hingga berhari-hari untuk mendapatkan bahan bakar. Situasi ini mengganggu transportasi, distribusi barang, serta pendapatan masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja," tulis akun tersebut.

Unggahan itu juga melaporkan adanya seorang sopir truk berusia 50 tahun yang meninggal dunia saat mengantre solar di jalur Lintas Timur Palembang-Jambi. Peristiwa itu terjadi di SPBU Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Korban ditemukan meninggal dunia di balik kemudi truk yang dikendarainya saat masih berada dalam antrean pengisian solar.
Polisi menduga korban meninggal akibat kelelahan setelah berjam-jam menunggu giliran mengisi BBM.

Video ibu yang menangis itu pun mengundang simpati warganet. "Ya Allah kasian banget ibu itu dan warga lainnya yg ga kebagian," tulis akun @Debbie****.

Warganet lain juga menyoroti panjangnya antrean BBM di sejumlah daerah. "Langkanya bbm di pulau Sumatra, semakin lama semakin memprihatinkan. Warga sampai berjam jam antri hanya untuk mendapatkan bbm. Seorang Ibu sangat kecewa karena setelah mengantri dari sore sampai malam, begitu tiba giliran nya, ternyata stok bbm telah habis," tulis akun @liaasis***.

Kelangkaan BBM tidak hanya dirasakan masyarakat di Sumatera Selatan. Antrean panjang juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir.

Sopir bus, truk, angkutan umum hingga pengemudi ojek online mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Kondisi itu berdampak pada terganggunya distribusi barang serta menurunnya pendapatan para pengemudi karena waktu kerja mereka tersita di antrean SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampow, mengatakan peningkatan antrean dipicu naiknya kebutuhan BBM seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran.

"Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal. Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat," ujar Fahrougi, dikutip Kamis (16/7/2026). 

Baca Juga : Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Cahyadi Evaluasi Layanan Farmasi hingga Alur IGD

Pertamina menyebut konsumsi BBM di Medan meningkat sekitar 5-10 persen dibandingkan rata-rata harian. Untuk mempercepat distribusi, perusahaan menambah 10 armada tangki operasional, 30 mobil tangki spot charter, serta 34 sopir tambahan dari fuel terminal terdekat.

Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam agar pasokan BBM dapat segera tersalurkan ke masyarakat.

Di Sumatera Utara, Gubernur Bobby Nasution juga telah meminta klarifikasi kepada Pertamina terkait antrean panjang yang terjadi di berbagai SPBU.

Menurut Bobby, berdasarkan penjelasan Pertamina, persoalan bukan disebabkan stok BBM yang habis, melainkan terganggunya distribusi akibat pemberhentian massal sopir truk pengangkut BBM.

"Yang disampaikan Pertamina bukan kelangkaan BBM-nya tapi yang langka adalah mengemudi yang antar BBM nya, jadi distribusinya karena driver yang bawa truk BBM-nya itu terjadi pemberhentian massal," kata Bobby.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kemudian berkoordinasi dengan Pertamina serta TNI-Polri untuk menyiapkan personel yang dapat membantu mengemudikan truk tangki BBM sementara proses perekrutan sopir baru berlangsung.

Sementara itu, di Sumatera Selatan persoalan distribusi BBM juga masih menjadi perhatian. Gubernur Herman Deru sebelumnya menyoroti dugaan penyalahgunaan barcode MyPertamina serta potensi kebocoran distribusi yang dinilai turut memperparah antrean di SPBU.

Pengamat kebijakan publik Universitas Sriwijaya, M. Husni Thamrin, menilai pemerintah dan Pertamina perlu segera menyelesaikan akar persoalan agar masyarakat tidak terus dirugikan.

"Kalau mafia benar ada, bongkar. Kalau kuota memang tidak realistis, perjuangkan tambahan dengan data. Kalau distribusi bocor, tutup kebocorannya. Yang tidak boleh adalah semua pihak saling lempar tanggung jawab sementara masyarakat tetap antre dan ekonomi daerah terganggu," katanya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---