Pastikan Pengawas Pilkada Aman dari Covid-19, Bawaslu Banyuwangi Lakukan Rapid Test Masal
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Yunan Helmy
25 - Oct - 2020, 02:34
Jajaran pengawas pemilu di Banyuwangi menjalani rapid test masal, Sabtu 24 Oktober 2020. Yakni mulai komisioner, sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi, panwaslu kecamatan dan staf, sampai panwaslu kelurahan/desa atau PKD se-Banyuwangi.
Menurut Sukorenangningsih, loordinator sekretariat Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, rapid test dilaksanakan secara serentak dalam sehari dan dibagi dalam 5 lokasi sesuai daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Banyuwangi. Program rapid test serentak kali ini melibatkan 434 personel pengawas pemilihan ,mulai tingkat kabupaten sampai dengan desa/kelurahan.
Baca Juga : Debat Perdana Pilbup Blitar, Rijanto-Marhaenis Jadi Bintang
"Kegiatan ini, selain sudah menjadi instruksi Bawaslu Republik Indonesia (RI), juga untuk memastikan personel pengawas pemilihan di Banyuwangi kondisinya sehat hingga tahap kampanye ini. Kami berharap, semoga hasil rapid test jajaran pengawas pemilu di Banyuwangi nonreaktif semua seperti hasil rapid test tahap pertama dulu," jelas Suko, panggilan akrab Sukorenangningsih.
Sebelumnya, jajaran komisioner, staf, panwascam sampai pengawas pemilihan di desa/kelurahan sudah mengikuti rapid test tahap pertama yang digelar 16 Juli 2020 lalu pada tahapan pemutakhiran data pemilih.
Selanjutnya, Suko mengatakan, pada tahapan kampanye paslon bupati-wakil bupati, program rapid test kembali dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah covid-19 pada pilkada serentak yang digelar 9 Desember mendatang. Apalagi intensitas kinerja pengawasan dalam kegiatan kampanye kedua kandidat bupati dan wakil bupati Banyuwangi saat ini semakin tinggi.
Kemudian dalam menggelar kegiatan rapid test tahap kedua kali ini, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan tim medis dari salah satu rumah sakit Angkatan Darat di Surabaya.
Rapid test khusus untuk jajaran Bawaslu Kabupaten Banyuwangi ini berjalan dengan lancar dan tertib. Untuk hasil rapid, Bawaslu masih menunggu hasil dari pihak medis setelah semua personel pengawas pemilu dilakukan rapid test.
Baca Juga : Atasi Problem Sektor Pertanian, Ini Mekanisme Distribusi Bibit dan Pupuk yang akan Dilakukan Paslon SanDi
Wanita berkerudung itu menambahkan, apabila hasil rapid test non-reaktif semua, diharapkan masyarakat akan semakin yakin apabila penyelenggara pemilihan, khususnya Bawaslu dan jajarannya, kondisinya sehat dan tidak menjadi bagian dari potensi munculnya klaster baru penyebaran covid 19 karena pilkada.
Bagi jajaran Bawaslu Banyuwangi, kondisi ini akan semakin memantapkan kesiapan petugas untuk terjun ke lapangan dalam pelaksanaan pilkada di Banyuwangi sehingga dapat berjalan aman, nyaman dan tanpa kekhawatiran dari berbagai pihak. "Oleh karena itu. pelaksanaan rapid test ini merupakan ikhtiar untuk mencegah penyebaran covid-19 sekaligus upaya untuk memberikan keyakinan dan kepercayaan kepada masyarakat bahwa jajaran pengawas pemilu di Banyuwangi sehat dan siap menjalankan tugas di tengah pandemi wabah covid 19 seperti saat ini,” imbuh Suko.
Sekadar informasi, mengutip website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, penyebaran covid-19 di kota ujung timur Pulau Jawa ini yang terbaru yakni 1.696 orang terkonfirmasi terpapar covid 19, 196 orang sedang dalam perawatan kemudian 1.360 orang sembuh, dan 77 suspect.
