Pelatih dan Kapten Persik Kediri Minta Kompetisi Liga 1 Tetap Digulirkan

Reporter

Eko Arif Setiono

Editor

Yunan Helmy

05 - Oct - 2020, 09:23

Faris Aditama, kapten kesebelasan Persik Kediri.(eko arif s/Jatimtimes)


PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memutuskan untuk menunda lanjutan Liga 1 2020 selama satu bulan. Alasannya, polisi tidak memberikan izin karena masih tingginya covid-19 di Indonesia.

Penundaan kompetisi ini membuat berbagai kalangan kecewa, termasuk pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono dan kapten Faris Aditama.

Baca Juga : Kiper Asing Batal Gabung Singo Edan

Faris Aditama memgaku, menjadi pemain sepak bola adalah sebuah mata pencaharian satu-satunya yang ia geluti saat ini. Bila kompetisi tahun ini tak jadi diputar, maka ia pun tak dapat berbuat banyak dalam memenuhi kebutuhan hidup kesehariannya.

"Harapan saya, kompetisi dapat digelar. Karena tidak bisa dipungkiri, sepak bola adalah mata pencaharian satu-satunya bagi saya pribadi dan ini juga akan dirasakan oleh teman-temannya lainnya," ungkapnya.

Sebagai  kapten tim  Persik, Faris pun menjadi salah satu pemain yang merasa kecewa atas kembali ditundanya kompetisi. Bahkan keputusan tersebut terbilang mengagetkan karena hanya menyisakan dua hari selang dimulainya pertandingan.

"Cukup terpukul dan kaget mendengar kompetisi tiba-tiba ditunda lagi. Padahal kami telah dalam kondisi siap bertanding. Tapi mau bagaimana lagi. Keputusan sudah berkata begitu untuk ditunda satu bulan. Ya semoga dalam satu bulan itu kompetisi benar-benar dapat kembali digelar," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan pelatih Persik Budi Sudarsono. Mantan penyerang Timnas Indonesia itu  berharap kompetisi tetap bisa dilaksanakan. Sebab, Liga 1 melibatkan orang banyak, khususnya para insan sepak bola.

"Saya harap tetap dilaksanakan. Ini urusan perut orang banyak. Kasihan bila kompetisi tidak jadi digelar," ujar Budi.

Baca Juga : Test Swab Skuat Arema FC, Ini Hasilnya!

Menurut Budi, setidaknya PSSI sebagai induk sepak bola tanah air dapat memberikan terobosan bagi kelangsungan para pemain. Kalau tidak bisa kompetisi, mungkin bisa menggelar pertandingan dengan sistem turnamen atau setengah kompetisi.

"Yang paling utama tetap ada pertandingan sebagai penyambung hidup para pemain. Mudah-mudahan PSSI mendengar keluhan ini dan ada solusi yang tepat," ungkapnya.

Diketahui, kompetisi sepakbola tanah air kembali mengalami penundaan setelah PSSI memutuskan kembali menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 selama satu bulan dari jadwal lanjutan yang seharusnya digelar mulai 1 Oktober 2020 menjadi November 2020. Penundaan dilakukan setelah tidak mendapat izin keamanan dari Polri karena situasi pandemi virus corona di Indonesia yang belum membaik.

 


Topik

Olahraga, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette