Kecelakaan Kerja Tewaskan 4 Pekerja di RSI Unisma, Polisi Bakal Panggil Mandor
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
A Yahya
09 - Sep - 2020, 01:43
Kecelakaan kerja di proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma menyebabkan empat orang pekerja proyek tewas. Keempat korban tewas itu dari 10 orang pekerja proyek yang terjatuh dari lantai 4 gedung yang sedang dalam pembangunan, Selasa (8/9/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, ke 10 pekerja tersebut tengah bekerja dilantai empat menggunakan lift proyek. Diduga lantaran beban yang berat, tali slink putus hingga menyebabkan lift proyek jatuh dari ketinggian sekitar 25 an meter. Perkara kecelakaan kerja yang menyebabkan 4 korban tewas itu pun kini ditangani Satreskrim Polresta Malang.
Baca Juga : Tunggakan Pajak Kendaraan di Kota Batu Capai Rp 7,2 Miliar, Didominasi Kendaraan R2
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, menejelaskan jika saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman perihal penyebab terjadinya kecelakaan.
Pascakejadian tersebut, selain memeriksa para saksi, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pengawas maupun penanggung jawab dari proyek pembangunan gedung RSI Unisma. " Ya nanti saksi, mandor ataupun pengawas proyek akan kami panggil untuk diperiksa," ungkapnya.
Untuk kepastian kronologis awal kejadian kecelakaan kerja ini, terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Tak lama usai kejadian, petugas Reskrim Polresta Malang Kota dan juga Polsek Lowokwaru langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Dugaan sementara memang jatuhnya karena tali slink yang putus. Tapi masih kami dalami dari hasil pemeriksaan seperti apa, " ungkap Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu.
Baca Juga : Aksi Balap Liar di Jombang Dibubarkan Polisi, Puluhan Motor Disita
Untuk korban luka-luka maupun korban meninggal, saat ini telah dibawa ke rumah sakit RSSA, guna menjalani penanganan lebih lanjut. Sementara itu, untuk identitas korban meninggal dari informasi yang diperoleh, yakni Rutman warga Jabung, Kabupaten Malang, Subekti warga Jabung, Kabupaten Malang, Kasianto warga Pakis Cokro, Kabupaten Malang dan Agus Pratama warga Ngantang, Kabupaten Malang.
