Cimplung Karya Komunitas Kita Tulungagung Juara 1 Festival Film Dewan Kesenian Jatim

Reporter

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

21 - Aug - 2020, 05:39

Festival Film Dokumenter Dewan Kesenian


Film dokumenter karya sineas Tulungagung mampu merebut juara Festival Film Dokumenter “New Normal" yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Timur. 

Festival itu sendiri mencoba menangkap, mengolah, dan mengarsip fenomena sosial tatanan kenormalan baru dalam menghadapi pandemi covid-19 yang menyerang se antero jagat ini.

Baca Juga : Film Pendek yang Ditulis Wartawan MalangTIMES Melanglang di Festival Film Internasional

Film sineas Tulungagung itu berjudul Cimplung - Sosial, Ekonomi dan Budaya. Film karya Komunitas Kita Tulungagung menyabet juara I film terbaik.

Bukan hanya itu.  Kameramen terbaik diraih oleh Ardie C. Firsttiant dan Endrita Agung yang langsung menggarap film Cimplung.

"Saya bersyukur kepada Tuhan. Atas kerja keras semua tim yang terlibat dan dukungan semua pihak, film karya Komunitas Kita Tulungagung ini mampu meraih juara," kata Endrita Agung, Jumat (21/08 /2020).

Film Cimplung sendiri mengalahkan film dari komunitas ILLUMI Visual dengan judul film Paradigma sebagai juara II. Sedangkan  juara III diraih komunitas Singiden Project dengan judul film Pleidoi Panggung Hiburan.

Selain film dan kameramen terbaik, Ardie C. Firsttiant juga mendapat penghargaan sebagai editor terbaik.  Sementara, dokumenteris terbaik diraih oleh Ryan Herdiansyah dengan judul film Paradigma.

Bertempat di Kantor Dewan Kesenian Jawa Timur Jl Genteng Kali 85 Surabaya, dalam sambutannya saat malam penganugerahan Kamis malam 20 Agustus 2020, ketua pelaksana Irfan Akbar Prawiro mengatakan, ini program pertama departemen film Dewan Kesenian Jatim setelah surat keputusan Gubernur Khofifah ditandatangani Mei lalu.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada kawan-kawan dineas Jawa Timur yang sudah terlibat,  juri yang mengapresiasi dan meng-kurasi,  serta semua presidium dan pengurus Dewsn Kesenian Jatim yang men-support kami. Semoga ke depan ekosistem perfilman di Jawa Timur semakin membaik dan insya Allah ideal. Hal tersebut bisa tercapai tentunya dengan bantuan serta kerja sama semua elemen perfilman di Jawa Timur," kata Irfan.

Ketua Presidium Taufik Hidayat berpendapat, ini sesuatu hal yang sangat menarik dan luar biasa. Sebab, masih banyak sineas Jawa Timur yang susah payah karena pandemi dan Departemen Film Dewan  Kesenian Jatim punya strategi khusus dengan menjembatani melalui festival film dokumenter Jawa Timur 2020 dengan tema besar “new normal”.

Baca Juga : 67 Warga Kabupaten Mojokerto Ikuti Lomba Layang-Layang Dalam Rangka HUT RI Ke-75

"Kemudian direspons dengan baik oleh banyak kawan sineas Jawa Timur dengan bisa menangkap isu ini ke dalam kreativitas yang sangat menarik, menampilkan situasi secara apa adanya, dengan tetap memunculkan budaya lokal yang kuat. Dan ini menjadi inspirasi. Ini akan jadi sejarah tersendiri. Harusnya pemprov lebih peka melihat isu seperti ini ketimbang rutinitas protap teknis. Tentu saja ini masukan penting untuk Pemprov Jawa Timur," paparnya.

Sementara itu, Hamsyiral Ihsan dari Asosiasi Dokumenteris Nusantara Korda Surabaya, yang merupakan salah satu juri menyatakan perlu diperbanyak festival seperti ini secara kuantitas, sehingga ke depannya secara kualitas perkembangannya terlihat dengan jelas. "Tentu saja alangkah baiknya ini direspons dan didukung pemerintah daerah," ujar Hamsyiral.

Para juri dalam festival ini mengapresiasi dengan sangat positif dan memberi masukan secara teknis, juga eksplorasi konten, kedekatan dengan narasumber yang lebih lagi, termasuk dari sisi-sisi yang tidak terduga yang layak diungkap dalam visual. 

Sementara, proses kurasi dinilai tiga juri. Yakni Tonny Trimarsanto (ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional, pembuat film dokumenter), Yuda Kurniawan (dokumenteris peraih Piala FFI 2018), dan Hamsyiral Ihsan (ketua Asosiasi Dokumenteris Nasional Korda Surabaya Raya).

 


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette