Perguruan Tinggi Tak Perlu Berebut Mahasiswa, Solusi Ciamik: Cross Register Student

Reporter

Imarotul Izzah

Editor

Dede Nana

23 - Jul - 2020, 03:14

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf. (Foto: Ima/MalangTIMES)


Di masa depan, kerja sama akan menjadi kebutuhan bagi perguruan tinggi. Dengan kerja sama dalam bentuk kolaborasi, perguruan tinggi tak perlu berebut mahasiswa. Mahasiswa juga bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman dengan maksimal.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf menawarkan solusi Cross Register Student.

Baca Juga : Mahasiswa Boleh Ambil Kelas di Luar Prodi 3 Semester, Ini Contoh Hak Belajar yang Didapat

"Kalau sampai beneran (pembelajaran) online, ini (Cross Register Student) jadi hal yang penting. Bisa nanti mahasiswa terdaftar di UIN, juga terdaftar di kampus yang lain. Kita udah nggak perlu lagi berkompetisi rebutan mahasiswa, tapi saling share," ucapnya.

Farid menjadi salah satu narasumber dalam International Webinar Series #2 bertema "Strategi Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Mitra Luar Negeri di Era Disrupsi" yang digelar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Rabu (22/7/2020).

Kata Farid, dengan demikian mahasiswa akan mendapatkan sesuatu yang lebih keren dan bagus. Sementara, tanpa kolaborasi justru akan menyulitkan kita semua.

"Cross register ini menurut saya jadi peluang ke depan. Kuncinya revitalisasi kurikulum, saling share kurikulum, dan kurikulumnya harus fleksibel," ujarnya.

Selain itu, perguruan tinggi juga harus menjalin kerja sama dengan industri. Jadi, perguruan tinggi punya banyak expert dari industri yang dapat me-refresh pengetahuan mahasiswa.

"Pekerja-pekerja dari industri tersebut untuk continue education. Rutin tiap tahun dua kali datang ke kampus, refreshing pengetahuan," terang dia.

Baca Juga : Direktur Diktis: SDM dan Big Data, Dua Hal Krusial untuk Raih Kampus Ideal

Industri dengan peralatannya yang lengkap dan pengalaman praktisnya juga menjadi tempat magang dari mahasiswa. "Apalagi sekarang mintanya magang yang 2 semester. Kerja sama ini yang penting, jadi saling share," ucapnya.

Pada intinya, lanjut Farid, ke depan yang namanya kerja sama sudah menjadi kebutuhan. Tanpa itu, Farid khawatir generasi  Z akan memilih lari ke dunia-dunia entertainment. Sehingga, Indonesia akan akan kekurangan orang yang berdedikasi dengan ilmu dengan skill skill yang bersifat produksi.

"Ini yang perlu diperhatikan. Jadi critical thinking, bersosialisasi, itu sangat penting untuk mahasiswa-mahasiswa sekitar sehingga ketika dia nanti di lapangan dia bisa mengimplementasikan tanpa adanya kegagapan," pungkasnya.

 


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette