Diduga Menipu Ratusan Juta, Mantan Camat Kras Dilaporkan ke Polisi

22 - Jul - 2020, 02:33

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar ketika menunjukkan bukti laporan masyarakat. (Foto: Ist)


Petugas Satreskrim Polres Kediri menerima laporan mengenai dugaan kasus penipuan yang dilakukan SH,  mantan camat Kras, Kabupaten Kediri. SH diduga memberikan janji jabatan dalam  pengisian perangkat desa di Kecamatan Kras. Bahkan, korbannya mengalami kerugian material hingga Rp 125 juta.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono melalui Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar mengatakan, awalnya pada tahun 2016 lalu seluruh kades se-Kecamatan Kras diundang oleh SH ke pendopo Kecamatan Kras.

Baca Juga : Ngaku Ulama, Tiga Warga Wonosobo Ini Curi Uang Rp 385 Juta di Jombang

SH menyampaikan kepada kades bahwa di Kabupaten Kediri dibuka pengisian perangkat desa karena  ada yang kosong.

Selain itu, SHmeminta para kades untuk mempersiapkan diri serta menyampaikan bahwa kades punya calon yang akan diajukan supaya dikondisikan. "Saat itu, tahun 2016, ada lima desa yang akan mengisi perangkat desa. Yaitu Desa Kanigoro, Desa Kras, Desa Jambean, Desa Pelas, dan Desa Butuh,” kata AKP Gilang, Selasa (21/7/2020).

Lima desa tersebut sudah menyosialisasikan kepada masyarakat dan masuk pada tahapan pendaftaran. Namun   kegiatan tersebut sempat ditunda pelaksanaannya karena peraturan belum turun. Meskipun sempat ditunda, SH menghubungi kades Kanigoro untuk mempersiapkan diri.

Berdasarkan keterangan kades Kanigoro kepada personel Satreskrim, SH menyuruh sang kades untuk meminta uang kepada calon yang akan diusung. “Pertama pelaku meminta uang sebesar Rp 25 juta. Oleh kades Kanigoro, uang diserahkan kepada pelaku secara tunai di ruang kerja camat Kras dan diterima langsung oleh pelaku,” ungkap AKP Gilang.

Beberapa bulan berikutnya! SH kembali meminta uang kepada kades Kanigoro sebesar Rp 50 juta. “Ini terjadi pada Juni 2016. Akhirnya kades memberikan uang Rp 50 juta melalui transfer antarbank. Tak selesai sampai di situ. Di awal tahun 2017, pelaku kembali meminta kepada kades uang sebesar Rp 50 juta dan diserahkan secara tunai di ruang camat Kras,” ujarnya.

Setelah peraturan pelaksanaan pengisian perangkat desa diterima,  kuota satu kecamatan hanya dua desa. Karena kuota tersebut, akhirnya Desa Banjaranyar ditunjuk untuk mengikuti pengisian perangkat desa. 

Berdasarkan pengakuan kades Banjaranyar, sebelum pelaksanaan pengisian perangkat desa, SH pernah meminta uang sebesar Rp 600 juta dan permintaan SH dipenuhi.

Baca Juga : BPSK Vakum Tak Usah Bingung, Bisa Konsultasi ke Mediator Bersertifikasi

“Oleh kades Banjaranyar saat itu, permintaan pelaku dipenuhi dan uang yang diserahkan tersebut uang milik calon perangkat desa yang mengikuti seleksi pengisian perangkat Desa Banjaranyar," ucap AKP Gilang.

Masih kata AKP Gilang, pengakuan  kedua kades, sebelum pelaksanaan pengisian perangkat desa, mereka pernah diundang ke ruang dinas camat Kras. SH, selain meminta calon untuk dikondisikan, juga meminta nama-nama calon perangkat desa yang akan direkomendasi sebagai perangkat desa.

Pada saat pelaksanaan pengisian perangkat desa di Kecamatan Kras tahun 2017/2018 lalu yang diikuti Desa Kanigoro dan Desa Banjaranyar, calon yang dijanjikan dan telah menyerahkan uang kepada SH, ternyata tidak ada yang lolos. “Kades Banjaranyar segera meminta uang Rp 600 juta. Oleh pelaku, uang tersebut dikembalikan,” imbuhnya.

Namun, sambungnya, uang yang diserahkan oleh kades Kanigoro sampai saat ini belum dikembalikan oleh SH. Bahkan, SH tidak mengakui pernah menerima uang tersebut. Akibatnya kades Kanigoro mengalami kerugian materi sebesar Rp 125 juta. “Kerugian ini akibat pelaku menjanjikan akan merekomendasi calon perangkat desa yang diprioritaskan kades sebagai perangkat desa,” pungkas AKP Gilang.

 


Topik

Hukum dan Kriminalitas, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette