Barber Shop di Tulungagung Ini Gratiskan Jasa Setiap Jumat
Reporter
Joko Pramono
Editor
Yunan Helmy
17 - Jul - 2020, 06:23
Jumat adalah hari penuh berkah. Amal yang dilakukan pada hari Jumat akan dilipatgandakan. Salah satunya dari sedekah.
Beramal tiap Jumat pula yang dilakukan Gigih Ardi (26), pemilik barber shop di Tulungagung. Pria asal Desa Duwet,bKecamatan Pakel, ini berkeliling melakukan pangkas rambut gratis tiap hari Jumat.
Baca Juga : Santet Brojo Paling Mematikan di Indonesia, Berasal dari Satu Wilayah di Jatim
Gigih berkeliling dengan dua capster (pemangkas rambut) ke tempat berkerumunnya orang. Seperti Jumat (17/7/20) ini, mereka “beramal" di depan Kantor Pos Tulungagung di pojokan alun-alun.
Depan Kantor Pos itu menjadi tempat berkumpulnya tukang becak. Alhasil, banyak tukang becak yang memanfaatkan jasa potong rambut gratis itu.
“Kami berbagi jasa potong rambut gratis. Sedangkan tempatnya random (acak),” ujar Gigih. Kegiatan ini baru dilakukan oleh Gigih sejak 4 Minggu lalu.
Meski tak mematok tarif atau gratis, jasa pangkas rambutnya tetap dilakukan secara profesional, mengikuti kemauan orang yang dipangkas rambutnya. “Tetap Mas. Kalau dia minta gaya, ya kami turuti. Tapi karena rata-rata orang tua, yang penting mintanya rapi,” ujar Gigih.
Ide jasa pangkas rambut gratis ini muncul secara tiba-tiba. Niatnya murni ingin sedekah dan membantu masyarakat.
Padahal, di barber shop miliknya di Kelurahan Karangwaru, sekali pangkas rambut ditarik tarif sebesar 30 ribu rupiah per kepala. “Sehari biasanya 7 orang per capster. Karena kita punya 2 capster, ya sekitar 14 orang per hari,” ungkap Gigih.
Jasa pangkas rambut gratis dimulai pukul 7 pagi hingga 11 siang untuk rehat salat Jumat. Setelah salat Jumat, biasanya dirinya menawarkan kepada capster-nya mau lanjut atau tidak. Jika lanjut, maka dirinya akan berkeliling lagi ke wilayah lain mencari tempat kerumunan. “Tempat mangkalnya tulang becak, ojol (ojek online,” kata pria ramah ini.
Baca Juga : Dari Mengolah Daun, Wanita Ini Raup Puluhan Juta Rupiah, kok Bisa?
Banyak nilai positif yang didapat Gigih cs selama menjalankan sedekah pangkas rambut gratis ini. Biasanya dia mendapat nasihat-nasihat dari orang tua yang dipangkas rambutnya. Dirinya merasa bersyukur bisa membantu sesama meski hanya dengan pangkas rambut.
Sementara itu, salah satu tukang becak yang memanfaatkan jasa pangkas rambut gratis, Subagio (45), warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, mengatakan kegiatan ini sangat bagus.
Dia biasanya memangkas rambutnya lima bulan sekali. Dengan pangkas rambut ini, dirinya merasa terbantu. “Iya (terbantu),” ujarnya. Subagio merupakan tukang becaknyang biasanya mangkal di depan Kantor Pos Tulungagung.
