Adu Strategi Merebut Kursi Partai Golkar Bondowoso
Reporter
Suwaris
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Jul - 2020, 07:03
Musda Partai Golkar Bondowoso akan menjadi perhelatan dan pertempuran paling sengit antara dua politisi muda yang dipastikan bakal maju merebut kursi ketua DPD Golkar. Dua nama tersebut yakni Kukuh Raharjo dan Ady Kriesna.
Bahkan, Kukuh Raharjo tanpa tedeng aling aling mengaku bakal maju sebagai kandidat dalam Musda Golkar nanti. Ia pun mengklaim sudah mengantongi 30 persen dukungan yang menjadi salah satu syarat pencalonan.
Baca Juga : Musda Partai Golkar Bondowoso, Krisna Jadi Lawan Terkuat Kukuh
Sementara rivalnya, Ady Kriesna masih belum memberikan kepastian apakah ia akan maju atau tidak. Ady Kriesna mengaku belum berpikir untuk mencalonkan diri.
Namun, setelah pendaftaran calon kandidat dibuka, Ketua AMPI ini mengatakan akan berpikir ulang untuk maju sebagai pimpinan baru DPD Golkar Bondowoso. Kriesna mengaku memiliki semangat dan dorongan kuat untuk membesarkan partai.
"Tentu kalau nanti sudah dibuka pendaftaran saya akan pikir-pikir lagi untuk mendaftar. Saya punya kemauan untuk membesarkan partai," jawabnya ketika ditemui di Gedung DPRD, Selasa (14/7/2020).
Sementara itu Kukuh Raharjo, rival terkuat Kriesna mengaku telah merencanakan pencalonannya.
"Rencana saya begitu (Mencalonkan). Dukungan sebagai syarat sudah ada, 30 persen hak suara. Demikian juga dengan Kriesna, juga sudah ada 30 persen dukungan juga," kata Kukuh saat dikonfirmasi terpisah.
Di tempat terpisah, Ketua Panitia Musda DPD Golkar Bondowoso Yondrik memastikan jika Musda akan digelar tak lama setelah tanggal 17 Agustus 2020. Hal itu merujuk kepada ketetapan jadwal yang diatur oleh DPD I Golkar Jawa Timur.
Baca Juga : Resah Kasus Covid-19 di Surabaya Tak Berujung, Ketua RW Mengadu ke MA
"Menunggu petunjuk DPD I. Dipastikan nanti setelah tanggal 17 Agustus," terang Anggota DPRD Dapil III itu.
Demi mewujudkan Musda yang berintegritas, pihak panitia memastikan jalannya Musda nanti sesuai dengan ketentuan partai. Termasuk akan menepis jika ada intervensi dari pihak luar yang ingin mencampuri rumah tangga DPD Golkar Bondowoso.
"Yang pasti kepanitiaan komitmen mensukseskan Musda ke-10," pungkasnya.
Informasi yang dihimpun menyebut bahwa Ketua DPD Golkar H. Supriadi dipastikan tidak akan mencalonkan lagi, sehingga hal itu membuka peluang bagi kader muda Golkar untuk bangkit membesarkan partai Golkar.
