Resah Kasus Covid-19 di Surabaya Tak Berujung, Ketua RW Mengadu ke MA

13 - Jul - 2020, 05:45

Machfud Arifin


Penanganan pandemi Covid-19 yang seolah tidak juga berujung di Surabaya dan sudah tembus 7.092 kasus ini membuat tokoh masyarakat di kota pahlawan ini geram. 

Didik Eko Susilo, salah satu ketua RW di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya mengatakan penyebaran virus Covid-19 di Surabaya jauh dari kata selesai. Bahkan dia memprediksi tidak menutup kemungkinan pandemi ini akan terjadi sampai Pilkada pada bulan Desember nanti. 

Baca Juga : Terpilih di Usia Muda, Anak Guru SD Pimpin Golkar Surabaya

Untuk itu, menurut dia butuh sosok pemimpin Surabaya ke depan yang tepat agar permasalahan pandemi ini bisa tertangani dengan baik. Dan dia menganggap yang tepat itu ada pada sosok Machfud Arifin (MA). 

“Penyebaran Covid-19 di Surabaya ini belum selesai, bahkan terus bertambah. Belum lagi penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, ditambah lagi banyaknya warga terdampak pandemi Covid-19 yang tidak mendapatkan bantuan. Untuk itu Surabaya butuh pemimpin yang benar-benar mampu dalam penanganan Covid-19 dan itu ada pada sosok Machfud Arifin,” ungkapnya. 

Didik menyakini Machfud Arifin pemimpin yang mampu menangani pandemi Covid-19. Keyakinan itu berdasarkan keberhasilan yang ditorehkan mantan Kapolda Jatim itu.

"Saya yakin pak Machfud Arifin dapat mengatasi hal ini, apalagi selama ini peran beliau dalam meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19 sangat besar. Surabaya membutuhkan pemimpin seperti Pak Machfud agar persoalan ini teratasi,” ungkapnya. 

Didik yang merupakan tokoh dari Wisma Kedung Asem Indah, Kelurahan Kedung Baruk menjelaskan Machfud Arifin pemimpin yang menjawab ketakutan masyarakat di tengah pandemi saat ini. 

“Beliau memiliki kompetensi yang sangat mumpuni untuk menjadi wali kota dan mampu mengatasi berbagai persoalan di Surabaya, khususnya pandemi Covid-19 ini,” tegas dia. 

Baca Juga : Elektabilitas Anies Baswedan Anjlok, Prabowo-Ridwan Kamil-Ganjar Pranowo Bakal Bersaing?

Didik menuturkan, kepedulian dan kecintaan Machfud kepada masyarakat Kota Surabaya sangat tinggi. Terlihat dari kerelaan mantan Kapolda Jatim yang merupakan jabatan selevel gubernur itu rela dan ikhlas mengabdikan diri menjadi wali kota. 

“Keputusan beliau memilih turun menjadi wali kota bukti besarnya kecintaan beliau pada kota pahlawan ini. Demi pengabdian untuk memajukan kota dan menyejahterakan warga Surabaya,” tegasnya. 

Data di laman infocovid19.jatimprov.go.id, Surabaya mendapat tambahan 210 kasus baru, kini total kasus COVID-19 di Surabaya mencapai 7.092 kasus. Dengan rincian, 3.097 pasien menjalani masa perawatan, 3.395 pasien dinyatakan sembuh, dan 600 pasien meninggal dunia.


Topik

Politik, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette