Anies Baswedan dan Prabowo Subianto (Foto: Tempo.co)
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto (Foto: Tempo.co)

Di tengah pandemi Covid-19, surveri-survei terkait kepala daerah kerap dilakukan. Termasuk survei mengani calon presiden 2024 mendatang.  

Kali ini, lembaga survei Center for Political Communication Studies (CPCS) baru saja merilis hasil terkait Pilpres 2024. Dari hasil survei tersebut, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru anjlok.  

Baca Juga : Ali Mochtar Ngabalin Minta Susi Pudjiastuti Tak Ikut Campur Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Dari persepsi masyarakat, Anies dinilai kurang baik dalam menangani pandemi Covid-19 di Jakarta. Sedangkan elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto naik.

Survei yang dilakukan CPCS ini menunjukkan jika pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada perekonomian. Melainkan juga berdampak dalam peta elektoral menuju Pemilu 2024.  

Terdapat tiga tokoh yang memiliki kekuatan utama untuk maju di Pilpres 2024 mendatang.  

"Tiga tokoh muncul sebagai kekuatan utama dalam pertarungan memperebutkan posisi calon presiden 2024, yaitu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil," kata Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta S K melalui keterangan tertulisnya.  

Prabowo, kata Tri Okta merupakan sosok yang masih bertengger di urutan pertama. Meski ia sempat mengalami penurunan di hasil survei pada Maret lalu.  

Diketahui, elektabilitas Prabowo mencapai 18,4 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil mengalami kenaikan yang signifikan.  

Yakni Ganjar yang sebelumnya 8,5 persen menjadi 13,5 persen. Sementara Ridwan Kamil yang sebelumnya 5,8 persen menjadi 11,3 persen.  

Baca Juga : Jokowi Tunjuk Prabowo Garap Proyek Lumbung Pangan, Gerindra: Bukan "Deal" tapi Soal Visi

Lalu Anies Baswedan yang awalnya 13,8 persen saat ini menjadi 10,6 persen. Dengan posisinya yang anjlok, kini Anies menduduki posisi keempat.  

"Meski Anies rutin tampil ke publik , tetapi persepsi yang berkembang ternyata berbanding terbalik," jelasnya.

Survei CPCS ini dilakukan pada 21-30 Juni 2020. Terdapat 1200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei CPCS ini dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih secara acak.