Sore Ini, Gerhana Matahari Cincin Teramati di Jawa Timur
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
21 - Jun - 2020, 08:15
Fenomena alam yang langka terjadi, yakni gerhana matahari cincin, bakal terjadi sore nanti, Minggu (21/6/2020). Prediksi fenomena alam tersebut dipublikasikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya melalui akun Instagram-nya.
Dalam postingan di Instagram itu, dijelaskan gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi tepat segaris. Saat itu, piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari. Akibatnya, saat puncak gerhana,matahari akan tampak seperti cincin, yakni gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya.
Baca Juga : Ingin Menikmati Gerhana Matahari Cincin dengan Aman? Ini Tipsnya
Pada peta magnitudo yang diposting di akun Instagram BMKG Juanda, gerhana matahari sebagian akan teramati dari Jawa Timur. Sementara untuk wilayah Malang, magnitudo gerhana tentang 0,000 di Kepanjen hingga 0,047 di Sumenep. Gerhana ini tidak akan teramati di daerah Pacitan, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar Kanigoro.
Dari fenomena gerhana matahari tersebut, nantinya terdapat dua macam bayangan. Yang pertama adalah antumbra dan penumbra. Di daerah yang terlewati oleh antumbra, maka gerhana yang teramati adalah gerhana matahari cincin. Sementara untuk daerah terlewati penumbra, maka yang teramati adalah jenis gerhana matahari sebagian.
Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto menambahkan, gerhana matahari di Jatim akan terjadi pada pukul 14.57 WIB. Puncak gerhana matahari akan terjadi pada pukul 15.21 WIB.
"Puncak gerhana berakhir pada pukul 15.48 WIB. Wilayah Malang kontak awal gerhana pukul 15.12, puncaknya 15.21 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB. Kalau wilayah Kota Batu, awal 15.11 WIB, puncak 15.21 WIB dan berakhirnya 15.31 WIB," bebernya.
Teguh mengimbau, masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena langka tersebut harus mengikuti beberapa cara aman untuk melihat gerhana matahari ini. Pertama, bisa menggunakan kacamata berfilter matahari khusus atau menggunakan kaca film yang berlapis.
Baca Juga : Bakal Terjadi 21 Juni Besok, Apa Itu Gerhana Matahari Cincin Api Solstis?
Kemudian, bisa juga membuat lubang proyeksi pengamatan secara tak langsung guna melihat bayangannya. "Hindari melihat secara langsung, kemudian melihat langsung melalui pantulan air atau cermin ataupun melihat dengan menggunakan kacamata baca, biasa dan kacamata 3D," pungkasnya.
