Iklim Investasi Melemah, Pemkot Malang Pilih Beri Stimulus Bagi Pengusaha Baru
Reporter
Pipit Anggraeni
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
17 - Jun - 2020, 01:30
Iklim investasi di Kota Malang mengalami pelemahan akibat pandemi Covid-19. Sehingga, berbagai upaya untuk menstimulus perputaran ekonomi terus dilakukan. Salah satunya dengan memberikan beberapa kelonggaran bagi para pengusaha.
Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, recovery atau pemulihan ekonomi selama pandemi covid-19 ini memang harus dilakukan secara perlahan. Langkah dan upaya yang diambil harus tetap dengan kondisi dan data yang ada di masyarakat.
Baca Juga : Belanja Hemat, Cat Oplos di Graha Bangunan Diskon hingga 11%
"Seperti dalam data kita kan terlihat, sektor mana saja yang pergerakannya positif, itu yang didorong," katanya, Selasa (16/6/2020).
Dia menjelaskan, salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan selama pandmei Covid-19 ini adalah sektor usaha makanan dan minuman. Peningkatannya pun mencapai 123 persen, dan memang cukup menggembirakan.
Sehingga, sektor mamin terus didorong untuk mengalami pertumbuhan. Dengan begitu, ia optimis pemulihan ekonomi akan berjalan lancar. Termasuk nantinya akan berpengaruh signifikan pada iklim investasi di Kota Pendidikan ini.
"Termasuk bisnis online, selama pandemi ini juga banyak peningkatannya," terangnya.
Pria berkacamata itu juga menyampaikan jika berbagai kemudahan untuk memulai usaha, terutama bagi pemula diberikan selama pandemi Covid-19 ini. Mulai dari pembebasan pajak hingga retrisbusi atau sejenisnya.
Baca Juga : Hotel di Kota Malang Sudah Beroperasi, PHRI Sebut Tamu Tak Capai 10 Persen
Dengan harapan, para pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan maksimal. Selain itu juga akan menggerakkan masyarakat untuk berbelanja sebagaimana kebutuhannya.
"Pelonggaran-pelonggaran untuk recovery ekonomi kita akan terus dijalankan dan dimaksimalkan," pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang mencatat, iklim investasi di Kota Malang mengalami penurunan cukup signifikan selama pandemi Covid-19. Penurunan terjadi salah satunya dikarenkan banyaknya tempat usaha seperti rumah makan hingga hotel yang tutup.
