Cerita Kakek 73 Tahun Asal Jember setelah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Yunan Helmy
15 - Jun - 2020, 02:33
Masyarakat saat ini tampaknya sudah mulai bosan dengan pemberitaan tentang covid-19. Apalagi, mereka menilai sekian berita tentang covid-19 dalam 4 bulan terakhir secara psikologis menambah rasa takut dan berbagai stigma lainnya.
Bahkan di dunia maya, dalam sejumlah berita tentang covid-19, sebagian besar netizen sudah tidak menganggap sebagai informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilihat di kolom komentar setiap postingan berita tentang covid-19. Malah mayoritas netizen berkomentar ‘bullying’.
Baca Juga : 3 Tips Aman Belanja di Pasar ala Dokter Reisa, Patut Dicoba!
Namun, apa pun itu, cerita Kakek Sibawi (73 tahun) asal Kecamatan Sukowono, Jember, ini bisa menjadi inspirasi. Bagaimana tidak. Dia yang sudah berusia senja bisa sembuh dari covid-19 setelah mendapat perawatan selama 17-18 hari di RSD dr Soebandi Jember. Padahal, dalam beberapa kasus pasien yang terkonfirm positif covid-19, bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, akan sulit bertahan, terlebih ketika memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Alhamdulillah, saya akhirnya dinyatakan sembuh setelah mendapat perawatan 18 hari di rumah sakit. Kata dokter, kesembuhan saya termasuk cepat jika dibandingkan dengan pasien lainnya,” ujar Sibawi dengan logat Madura.
Sibawi mengatakan, saat mengetahui divonis sebagai pasien positif covid-19, dia hanya pasrah. Selama menjalani perawatan pun, dirinya mengikuti saran tim medis yang merawatnya.
“Saya percaya bahwa penyakit itu ada obatnya. Saya juga tidak tahu apa itu corona. Tapi saya yakin akan sembuh. Penyakit ini tidak perlu ditakuti. Tapi kita hanya perlu waspada. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada perawat yang telah merawat saya. Apalagi tidak ada biaya sama sekali alias gratis,” ungkap Sibawi.
Kakek Sibawi pun berpesan agar masyarakat yang memiliki gejala terjangkit virus tersebut segera memeriksakan diri dan mematuhi anjuran pemerintah. Dia juga berpesan agar masyarakat menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Sementara, dokter dpesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (paru) yang khusus menangani covid-19 di RS dr Soebandi Jember dr Retna Dwi Puspitarini SpP mengatakan, pasien atas nama Sibawi menjadi salah satu pasien yang sembuh dengan cepat.
“Alhamdulillah, Pak Sibawi salah satu kasus dengan kesembuhan paling cepat. Hal ini tidak lepas dari sikap Pak Sibawi selama menjalani perawatan di sini. Dia ikhlas dan mengikuti apa yang dianjurkan perawat,” beber dia.
Retna menambahkan, selama di rumah sakit, perawatan yang diberikan kepada pasien adalah terapi medis, psikoterapi, motivasi kepada pasien, serta berjemur dan berolahraga.
“Dari beberapa pengalaman pasien yang cepat sembuh dari covid-19, mereka yang pasrah dengan keadaan dan nrimo.bkondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan pasien yang memberontak, tidak mau diisolasi, dan semacamnya,” ucap Retna.
Baca Juga : Hampir Bangkrut! Susi Pudjiastuti Cerita Soal Kondisi Bisnisnya Saat Pandemi Covid-19
Retna mengatakan, penanganan pasien covid-19 tidak semudah anggapan banyak orang. Ada banyak faktor yang perlu diperhitungkan.
Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh tim medis. Pertama, mencari pola untuk menangani covid-19. Kedua, mempertimbangkan segi psikologis pasien. Terapi covid-19 harus melibatkan tim.
Ketiga, sikap pasrah pasien dengan keadaan yang dialaminya. Serta, perlu dipikirkan juga penyakit penyerta pasien, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, kegemukan, serta usia tua.
Pasien covid-19 yang masuk rumah sakit kebanyakan mengalami stres. Karena itu, tim medis berupaya mengurangi stres pasien. Penanganan pasien pun dilakukan oleh perawat psikologi. “Setiap kali ada pasien masuk rumah sakit, selalu kami berikan motivasi,” katanya..
Stres juga dialami pasien yang sudah lama dirawat. Pasien ini mendapatkan psikoterapi oleh tim medis. Tim medis juga melakukan pola baru penanganan terhadap pasien. Awalnya pasien tidak bisa menghirup udara segar, berjemur, maupun olahraga. “Akhirnya pihak rumah sakit melakukan kegiatan tersebut,” pungkasnya.
