Tanah Di Kecamatan Nglgegok Belum Pulih 100 Persen Pasca Letusan Kelud

Reporter

Nur Rofik

Editor

Redaksi

19 - Nov - 2015, 10:20

Tanah Persawahan di Kecamatan Nglegok yang hilang kesuburannya akibat letusan gunung kelud.(Foto :Rofik/Blitartimes)


BLITARTIMES - Letusan Gunung Kelud sudah terjadi hampir setahun yang lalu, namun efeknya masih terasa bagi masyarakat Blitar utara yang berada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Letusan yang cukup dahsyat itu menyebabkan tanah lading dan sawah mereka masih gersang untuk ditanami.

Hal itu tentunya menjjadi petaka bagi petani yang menggantungkan hidup mereka dari lading dan sawah, terlebih kemarau panjang yang belum berakhir ini membuat tanah mereka kering.

Sujiono, Petani asal Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok ini misalnya, sejauh ini dirinya dan juga banyak petani lainnya resah, sawah mereka tidak bisa ditanami padi dengan hasil yang baik karena tanahnya menjadi cukup gersang pasca letusan Kelud itu.

Untuk mensiasati agar tetap bisa hidup, dia menanami sawahnya dengan tanaman yang cocok utnuk tanah kering seperti Jagung dan ubi-ubian.

“Tanah belum subur tapi harus kreatif, kami tanami dengan jagung dan ubi yang cocok untuk tanah kering,” terangnya.

Hal sama juga dirasakan oleh Agus, warga Dusun Pacuh, Desa Penataran, kini dia lebih memilih beralih menanam jagung di sawah miliknya yang tidak bisa subur jika ditanami tanaman lain semisal cabe atau padi.

Jagung menurutnya lebih cocok karena tidak memerlukanbanyak air dan juga relative cocok untuk tanah kering.

“Yang pertama tanah cukup tandus dan hujan tak juga turun, ini sebenarnya cukup menyulitkan kami karena dari sawah inilah kami hidup, tapi yam au bagaimana lagi,” ujarnya.

Sementara itu,  Mantri Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Blitar, Darmini mengatakan,  saat ini kurang lebih ada sekitar 100 hektar lahan yang belum bisa normal atau pulih 100 persen, sehingga belum bisa dipergunakan untuk bercocok tanam.

“Letusan Gunung Kelud tahun 2014 dampaknya sangat luar biasa, saat ini ada sekitar 100 hektar lahan di Kecamatan Nglegok yang belum pulih 100 persen,” jelasnya.

Menurutnya, butuh waktu sekitar 1 tahun lebih untuk pemulihan, tetapi hal itu bisa lebih cepat jika petani sering mengolah tanah dengan pemberian kompos dan tertunjang adanya air hujan.

Dimungkinkan, pasca musim hujan tahun 2015 ini, lahan yang rusak akibat letusan gunung kelud bisa kembali normal.Darmini menambahkan, sementara lahan yang belum pulih oleh masyarakat ditanami palawija seperti jagung dan Ubi untuk menyambung hidup sehari-hari.

“Kami himbau petani untuk rajin member kompos agar tanah bisa cepat kembali subur, jika hujan sudah turun tentunya tanah bisa akan cepat kembali normal,” tutupnya.(*)


Topik

Peristiwa, Letusan-Kelud, Kecamatan-Nglgegok,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette