JATIMTIMES - Musim hujan sering membawa perubahan besar dalam aktivitas sehari-hari. Suhu udara yang lebih dingin, cuaca lembap, serta hujan yang turun hampir sepanjang hari membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk beradaptasi. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit orang yang merasa tubuh lebih cepat lelah, pegal, atau mudah terserang flu dan masuk angin.
Di tengah situasi tersebut, kebiasaan mandi pun kerap menjadi bahan perdebatan. Sebagian orang tetap memilih mandi air dingin karena sudah terbiasa dan merasa lebih segar. Namun, ada juga yang beralih ke air hangat karena dinilai lebih nyaman ketika udara sedang dingin. Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik dilakukan saat musim hujan, mandi air dingin atau air hangat?
Baca Juga : Pendaftaran PPPK KemenHAM 2026 Ditutup, Ini Jadwal Pengumuman dan Seleksi Lengkap
Pemilihan suhu air saat mandi bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan respons tubuh terhadap perubahan suhu lingkungan. Jika tidak disesuaikan dengan kondisi cuaca dan tubuh, kebiasaan mandi justru bisa memicu rasa tidak nyaman hingga gangguan kesehatan ringan.
Mandi Saat Cuaca Dingin dan Respons Tubuh
Saat udara dingin, tubuh secara alami berusaha menjaga suhu agar tetap stabil. Paparan suhu ekstrem secara tiba-tiba, termasuk dari air mandi, dapat membuat tubuh mengalami penyesuaian mendadak. Hal inilah yang sering menimbulkan rasa menggigil, tidak nyaman, atau badan terasa kurang enak setelah mandi.
Karena itu, banyak orang cenderung memilih air dengan suhu yang lebih bersahabat agar tubuh bisa beradaptasi secara perlahan, terutama saat musim hujan.
Manfaat Mandi Air Hangat Saat Musim Hujan
Mandi air hangat sering dianggap lebih cocok dilakukan saat musim hujan karena memberikan rasa nyaman dan membantu tubuh tetap hangat. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:
Menjaga Suhu Tubuh Tetap Stabil
Air hangat membantu tubuh tidak terlalu kedinginan, terutama setelah kehujanan atau ketika udara terasa dingin sejak pagi atau malam hari.
Membantu Tubuh Lebih Rileks
Suhu hangat dapat membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks, sehingga tubuh terasa lebih ringan dan nyaman setelah mandi.
Melancarkan Peredaran Darah
Air hangat membantu pembuluh darah melebar, yang membuat aliran darah terasa lebih lancar dan tubuh tidak mudah kaku.
Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan
Saat musim hujan, mandi air hangat sering membantu mengurangi rasa meriang atau pegal yang muncul akibat cuaca dingin.
Mandi Air Dingin Saat Musim Hujan, Bolehkah?
Mandi air dingin sebenarnya tetap boleh dilakukan, terutama bagi orang yang sudah terbiasa dan memiliki kondisi tubuh yang fit. Air dingin dapat memberikan sensasi segar dan membantu meningkatkan kewaspadaan, terutama jika dilakukan di pagi hari.
Baca Juga : Musim Hujan di Jatim Kapan Berakhir? Ini Perkiraan BMKG
Namun, pada musim hujan, mandi air dingin juga memiliki risiko, seperti:
• Membuat tubuh menggigil
• Menimbulkan rasa tidak nyaman setelah mandi
• Membuat badan terasa lebih mudah masuk angin
Karena itu, mandi air dingin sebaiknya dihindari jika tubuh sedang lelah, kurang fit, atau saat udara benar-benar dingin, terutama pada malam hari.
Suhu Air yang Paling Aman
Bagi banyak orang, air suam-suam kuku menjadi pilihan yang paling aman dan nyaman. Suhu ini tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, sehingga membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik tanpa menimbulkan efek kaget.
Air yang terlalu panas juga sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena bisa membuat kulit kering dan tidak nyaman.
Saat musim hujan, mandi air hangat atau suam-suam kuku lebih dianjurkan karena membantu menjaga suhu tubuh, membuat badan lebih rileks, dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat cuaca dingin.
Sementara itu, mandi air dingin tetap bisa dilakukan dalam kondisi tertentu, namun perlu menyesuaikan dengan keadaan tubuh dan cuaca agar tidak menimbulkan keluhan setelahnya.