free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Bahaya Merokok Usai Makan, Dokter Ungkap Dampaknya ke Pencernaan hingga Penyerapan Gizi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Jan - 2026, 18:09

Loading Placeholder
Ilustrasi merokok usai makan. (Foto: Pexel)

JATIMTIMES - Merokok setelah makan masih menjadi kebiasaan yang dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, kebiasaan ini dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama saat sistem pencernaan sedang bekerja maksimal.

Certified Nutrition & Health Coach sekaligus dokter umum, dr Dion Haryadi, mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap kebiasaan merokok usai makan. Menurutnya, momen setelah makan justru menjadi waktu paling sensitif bagi tubuh.

Baca Juga : BMKG Warning 3 Siklon Tropis Aktif, Berikut Daftar Wilayah yang Harus Waspada

“Hati-hati kalau kamu masih suka merokok setelah makan. Simak video ini sampai habis kalau kamu atau orang terdekatmu masih suka melakukan kebiasaan ini,” ujar dr Dion, dikutip dari Instagramnya, Minggu (18/1/2026). 

Ia menjelaskan, setelah makan, sistem pencernaan sedang aktif-aktifnya memproses makanan dan menyerap zat gizi. Ketika seseorang merokok di waktu tersebut, zat berbahaya dalam rokok berpotensi ikut masuk dan mengganggu proses tersebut.

“Saat sistem pencernaan lagi aktif-aktifnya, kalau kamu merokok, maka nikotin pada rokok dapat ikut terserap dan berpotensi mengganggu proses ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Dion mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan perokok memiliki kemampuan penyerapan zat gizi yang lebih buruk dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

“Ada penelitian yang menyatakan bahwa tubuh perokok itu lebih sulit dalam menyerap zat gizi dari makanan dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok,” kata dr Dion.

Kondisi ini membuat manfaat makanan yang dikonsumsi menjadi tidak optimal. Padahal, asupan gizi yang baik sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga daya tahan, metabolisme, dan kesehatan organ.

Karena itu, dr Dion menyarankan langkah terbaik adalah berhenti merokok sepenuhnya. Namun, bagi mereka yang masih dalam proses mengurangi, setidaknya kebiasaan merokok setelah makan perlu dihindari.

Baca Juga : Warga Pujon Mengungsi Usai Rumah Ambruk Terdampak Cuaca Ekstrem

“Jadi memang lebih baik untuk tidak merokok sama sekali, berhenti. Atau kalau misalnya masih merokok dan lagi berusaha mengurangi, maka sebaiknya dihindari setelah makan,” tegasnya.

Selain berdampak pada diri sendiri, kebiasaan merokok setelah makan juga berisiko bagi orang-orang di sekitar, terutama anggota keluarga.

“Kalau mau merokok, juga lakukan di tempat yang tepat. Sering banget saya lihat di tempat makan ada bapak-bapak yang rokok habis makan bersama dengan keluarganya. Itu masih ada anak, masih ada bayinya, kasihan banget,” ungkap dr Dion.

Paparan asap rokok pasif, terutama pada anak-anak dan bayi, diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, infeksi, hingga masalah kesehatan jangka panjang.

Di akhir penjelasannya, dr Dion berharap masyarakat semakin sadar akan dampak kebiasaan merokok, khususnya setelah makan. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---