free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Tangani Bencana Besuki, Ketua Komisi I DPRD Situbondo Serukan Pertobatan Ekologi

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : A Yahya

22 - Jan - 2026, 16:48

Loading Placeholder
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Situbondo, Rudi Afianto saat dikonfirmasi terkait situasi bencana di Lima Kecamatan, Kamis (22/1/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Respons cepat Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam menangani bencana alam di Kecamatan Besuki mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Rudi Afianto, yang menilai langkah sigap pemerintah daerah mampu meminimalkan dampak lanjutan terhadap masyarakat terdampak.

Menurut Rudi, kehadiran langsung jajaran Pemkab Situbondo dipimpin langsung Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah di lokasi bencana menjadi bukti bahwa negara hadir saat masyarakat membutuhkan. Mulai dari pendataan korban, penanganan darurat, hingga penyaluran bantuan logistik dilakukan dalam waktu relatif cepat setelah bencana terjadi.

Baca Juga : Kembali ke Kampus, Bupati Siak Alumni Unisma Ungkap Realitas Tata Kelola Daerah

Ia menyebut, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), BPBD, TNI-Polri, relawan, hingga elemen masyarakat berjalan cukup baik. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan bencana tidak berjalan parsial dan mampu menjangkau seluruh wilayah terdampak.

"Gerak cepat ini patut diapresiasi. Penanganan awal sangat menentukan kondisi warga di lapangan, terutama untuk kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan, dan tempat tinggal sementara," ujar Rudi Afianto, Kamis (22/1/2026).

Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa bencana yang berulang di wilayah Besuki tidak bisa hanya dipandang sebagai peristiwa alam semata. Ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan refleksi bersama melalui apa yang ia sebut sebagai “Pertobatan Ekologi”.

Menurutnya, kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta berkurangnya daerah resapan air menjadi faktor yang memperparah dampak bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, penanganan pascabencana harus dibarengi dengan evaluasi kebijakan alih fungsi lahan hutan, pembangunan dan tata ruang.

"Bencana ini harus menjadi pengingat keras bagi kita semua. Sudah saatnya melakukan pertobatan ekologi, memperbaiki cara kita memperlakukan alam, dan menghentikan praktik-praktik yang merusak lingkungan," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Rudi juga mendorong Pemkab Situbondo agar ke depan lebih serius dalam program mitigasi bencana, termasuk normalisasi sungai, penghijauan kawasan hulu, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem termasuk aktivitas pertambangan.

Baca Juga : Ribuan Warga Besuki Terdampak Banjir, Dinsos Situbondo Dirikan Dapur Umum

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar kesadaran lingkungan tumbuh dari tingkat paling bawah. Menurutnya, upaya pelestarian alam tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif warga sebagai garda terdepan penjaga lingkungan.

Ia menambahkan, DPRD Situbondo siap mendukung langkah-langkah kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa penguatan regulasi maupun alokasi anggaran yang berorientasi pada pencegahan bencana.

Dengan sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, Rudi optimistis Situbondo dapat bangkit dari bencana sekaligus membangun fondasi pembangunan yang lebih berkelanjutan. "Bencana ini jangan hanya kita tangisi, tetapi harus kita jadikan momentum untuk berubah," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

A Yahya

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---