JATIMTIMES – Ganasnya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Batu dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada aktivitas wisata alam. Setelah jalur pendakian Gunung Arjuno via Sumber Brantas ditutup akhir tahun lalu, kini giliran jalur pendakian Gunung Butak via Panderman yang resmi ditutup total bagi publik sejak Minggu malam (19/1).
Langkah tersebut diambil menyusul terjadinya badai yang menerjang kawasan puncak selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan para pendaki jika memaksakan diri melakukan aktivitas di ketinggian.
Baca Juga : Live Penarikan Gebyar Undian Dua Puluh Dua Lima: Apresiasi Graha Bangunan untuk Pelanggan Setia
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani, Akhmad Syarifudin, mengatakan penutupan dilakukan secara mandiri. Kebijakan itu sesuai instruksi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) demi keselamatan bersama.
"Cuaca beberapa hari ini sangat ekstrem dan buruk. Badai sudah terjadi selama dua hari dan tidak kunjung reda. Langkah ini sesuai instruksi KPH agar pengelola lapangan segera menutup aktivitas jika dirasa tidak aman," ujar Syarifudin.
Tidak hanya Gunung Butak, Syarifudin menjelaskan bahwa pendakian menuju Gunung Bokong juga ditutup pada waktu yang bersamaan. Sementara untuk jalur pendakian Gunung Panderman, pihak pengelola memberlakukan penutupan bersifat situasional atau sementara.
"Untuk Panderman saat ini kita tutup sementara. Nanti kalau kondisi cuaca sudah benar-benar membaik dan dinilai aman, baru akan kami buka kembali," tambahnya.
Keputusan penutupan ini diperkuat oleh kesaksian para pendaki yang sempat berada di jalur pendakian sejak Sabtu lalu. Sejumlah kelompok pendaki dilaporkan memilih putar balik dan turun gunung lebih awal karena terjebak badai yang membuat perjalanan menuju puncak mustahil dilanjutkan.
Baca Juga : Satlantas Polres Gresik Tilang Sopir Bus Trans Jatim yang Ugal-ugalan di Jalan
"Banyak pendaki yang memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak. Mereka memilih turun karena badai, yang mana memang sangat berisiko," jelas Syarifudin.
Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung sepanjang Januari dan baru mulai melandai pada Maret mendatang.
"Masyarakat dan para pencinta alam diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melakukan pendakian di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Malang Raya," imbuhnya.