JATIMTIMES - Momentum libur panjang Isra Mikraj 2026 membawa angin segar bagi industri perhotelan di Kota Malang. Tingkat hunian hotel tercatat mengalami peningkatan, dengan okupansi rata-rata menembus 70 persen di tengah cuaca yang ekstrem ini.
Meski cuaca cenderung tak menentu, tingkat hunian hotel justru menunjukkan tren menggembirakan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang, Agoes Basoeki, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga : 2 Titik Ini Jalur Rawan Longsor ke Bromo via Pasuruan, Wisatawan Diminta Waspada
Agoes mengatakan capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang. “Untuk long weekend Isra Mikraj, okupansi hotel di Kota Malang sudah tembus di kisaran 70 persen. Kondisi ini sudah tergolong bagus, di tengah cuaca tak menentu ini ya,” ungkap Agoes.
Menurutnya, angka tersebut berada di atas ambang kestabilan industri perhotelan. Secara umum, tingkat hunian hotel yang berada di kisaran 60 persen sudah dianggap stabil dan sehat bagi pelaku usaha.
“Kalau okupansi di angka 60 persen itu sudah stabil. Ketika bisa mencapai 70 persen, artinya pergerakan wisatawan cukup baik dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha,” tegas Agoes.
Agoes menilai, lonjakan hunian hotel tak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur panjang, baik wisatawan keluarga maupun rombongan kecil yang memanfaatkan momen akhir pekan panjang untuk berlibur ke Malang.
Baca Juga : Arus Penumpang Naik saat Libur Isra Miraj, Terminal Arjosari Catat Lonjakan AKDP
Ia pun berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada momentum libur berikutnya. Selain itu, sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pengelola destinasi wisata dinilai penting untuk menjaga daya tarik Kota Malang sebagai tujuan wisata favorit di Jawa Timur.
“Dengan kondisi yang mulai membaik ini, kami optimistis sektor perhotelan di Kota Malang bisa terus bergerak positif ke depan,” tutup Agoes.