JATIMTIMES - Akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo melalui wilayah Kabupaten Pasuruan kini masuk status siaga longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan menetapkan delapan kecamatan sebagai daerah rawan menyusul meningkatnya intensitas hujan ekstrem yang mulai memicu pergerakan tanah.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan sebagian besar titik rawan berada di jalur perlintasan wisata yang kerap dilalui wisatawan menuju Bromo, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.
Baca Juga : Arus Penumpang Naik saat Libur Isra Miraj, Terminal Arjosari Catat Lonjakan AKDP
“Ada delapan wilayah yang menjadi perhatian khusus kami karena tergolong rawan longsor, yakni Kecamatan Tosari, Tutur, Puspo, Purwodadi, Prigen, Gempol, Purwosari, dan Lumbang,” ujar Sugeng, dikutip detik jatim, Minggu (18/1/2026).
Dari delapan wilayah tersebut, Sugeng menyebut Kecamatan Tutur dan Tosari menjadi kawasan paling rentan. Dua kecamatan ini berada di jalur utama menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan hampir setiap musim hujan kerap dilanda longsor skala kecil hingga sedang.
Menurut BPBD, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan tanah di sejumlah lereng menjadi labil. Kondisi ini meningkatkan risiko longsor, terutama di jalur berkelok dan tebing curam yang menghubungkan Pasuruan dengan kawasan wisata Bromo.
Seiring penetapan status siaga, BPBD Pasuruan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur Tutur–Tosari dan akses alternatif menuju Bromo.
Selain pengguna jalan, warga yang tinggal di kawasan perbukitan juga diminta lebih peka terhadap tanda-tanda awal longsor. Beberapa indikasi yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan tanah di sekitar rumah, pohon atau tiang yang mulai miring, hingga perubahan warna air sumur menjadi keruh.
Baca Juga : Jangan Panik Saat Motor Kena Banjir! Ini Langkah Penting Agar Mesin Tidak Jebol
BPBD juga mendorong warga di lereng perbukitan untuk memahami langkah evakuasi mandiri apabila cuaca ekstrem terjadi secara tiba-tiba. Edukasi tersebut dilakukan agar warga bisa bergerak cepat sebelum kondisi memburuk.
Di sisi lain, BPBD Pasuruan telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan rutin serta perbaikan infrastruktur di titik-titik rawan longsor. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan dan gangguan akses menuju kawasan wisata unggulan tersebut.
BPBD mengingatkan, selama musim hujan berlangsung, masyarakat dan wisatawan diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.