free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Garis Hijau: Sindiran Keras Perupa atas Masalah Lingkungan, Merekam Perubahan Kota Batu yang Terdesak Beton

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

18 - Jan - 2026, 15:22

Loading Placeholder
Apel kroak digambarkan perupa dalam pameran Galeri Raos bertajuk Garis Hijau, menyoroti masalah lingkungan dengan terdesaknya ruang hijau karena pembangunan infrastruktur pariwisata yang semakin masif.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kota Batu yang asri berubah menjadi kota wisata dalam beberapa tahun terakhir. Infrastruktur pariwisatanya yang terus berkembang meminta ongkos berkurangnya ruang hijau kota. Karya seni rupa merekam persoalan tersebut dalam pameran Garis Hijau di Galeri Raos 10-31 Januari 2026.

Pameran tersebut hendak menggambarkan perubahan kota wisata yang kian terdesak beton, meninggalkan jejak hijau dan identitas lama. Dampak pariwisata ditunjukkan dengan gambaran Kota Batu yang dulu alami kini berubah signifikan. Puluhan perupa memotret perkembangan itu dan menyuguhkannya dalam karya instalasi dan lukisan di kanvas.

Baca Juga : Banyak Kebocoran Retribusi dari Pelanggaran, Dishub Kota Batu: Laporkan Oknum Nakal Beserta Bukti

Pameran itu melibatkan 49 seniman yang tergabung dalam Yayasan Pondok Seni Batu ikut serta memamerkan puluhan karya. Karya-karya itu menjadi bentuk kritik atau sindiran keras atas menyusutnya ruang ekologis di tengah laju pembangunan kota wisata.

..

Totalnya sejumlah 50 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Terdiri atas 45 karya dua dimensi, empat karya tiga dimensi, serta satu instalasi seni yang dipasang di area depan galeri. Seluruh karya dirajut dalam satu benang merah yakni memotret alih fungsi lahan hijau, menurunnya debit sumber mata air, dan tergerusnya lahan pertanian produktif.

Ketua Yayasan Pondok Seni Batu, Watoni, mengungkapkan bahwa pameran ini merupakan bentuk respons seniman terhadap perubahan drastis wajah Kota Batu yang dahulu asri dengan perkebunan apel dan udara sejuknya.

Kini, identitas kota pertanian tersebut dinilai mulai terkikis seiring dengan masifnya alih fungsi lahan menjadi fasilitas penunjang wisata. Watoni menyoroti adanya pertarungan sengit antara pembangunan infrastruktur beton dengan keberadaan ruang hijau yang kian terhimpit.

"Pergeseran dari kota agraris menjadi destinasi wisata memicu ledakan pembangunan. Saat ini, kita sedang menyaksikan kontestasi nyata antara beton dan alam hijau," jelas Watoni.

Menurutnya, ekspansi properti dan fasilitas wisata tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga memukul sektor sosial-ekonomi petani lokal. Melalui pameran ini, para perupa ingin melayangkan "gugatan" sekaligus mengajak publik untuk menata ulang arah pembangunan agar lebih berkelanjutan, agar hijaunya alam Batu tidak sekadar menjadi sejarah.

.

Senada dengan Watoni, seniman Prie Wahyuono menyebut karya-karya dalam "Garis Hijau" berfungsi sebagai peringatan dini. Ia mewanti-wanti bahwa alih fungsi lahan yang ekstrem merupakan ancaman nyata yang bisa memicu bencana ekologis jika tidak segera dikendalikan.

Baca Juga : Isu Video Karaoke Viral, Ricky Harun Tunjukkan Sikap Tak Terduga di Tengah Sorotan Publik

"Jangan sampai Kota Batu mengulangi kesalahan daerah lain yang abai terhadap daya dukung lingkungan. Pameran ini adalah alarm bagi kita semua," tegas Prie.

Langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu sebagai sarana kampanye pelestarian ruang terbuka hijau. Pesan reflektif ini pun digarap sampai ke hati pengunjung. Dengan kritik ekologis karya-karya dimaksudkan menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat maupun pemangku kebijakan untuk lebih peduli dalam merawat alam Kota Batu.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---