free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Selebriti

Noe Letto Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Segini Gajinya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Jan - 2026, 11:40

Loading Placeholder
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto. (Foto: laman resmi Sekretariat Presiden)

JATIMTIMES - Baru-baru ini nama Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto tengah menjadi sorotan. Vokalis band Letto itu kini resmi menapaki jalur baru yang jauh dari panggung musik. Putra budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun tersebut dilantik sebagai Tenaga Ahli di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional (DPN).

Pelantikan Noe Letto berlangsung pada Kamis (15/1/2026). Ia dilantik bersama 11 nama lain oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga menjabat Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Prosesi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025 tertanggal 15 Januari 2026.

Baca Juga : Video Lama atau Fakta Mengejutkan? Ricky Harun Terseret Isu Karaoke Bareng LC

Dalam struktur DPN, Noe dipercaya mengisi posisi Tenaga Ahli bidang Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi. Penunjukan ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat barisan pemikir DPN di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Selain Noe Letto, salah satu nama yang turut dilantik sebagai Tenaga Ahli DPN adalah Frank Alexander Hutapea, putra pengacara kondang Hotman Paris. 

Lantas berapa gaji Neo Letto? Posisi Tenaga Ahli di DPN bukan jabatan sembarangan. Merujuk Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 tentang Dewan Pertahanan Nasional, Tenaga Ahli Madya berhak memperoleh hak keuangan dan fasilitas lain paling tinggi setara dengan jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II A.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan Kesembilan Belas atas PP Nomor 7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS, gaji pokok untuk eselon II A berada di kisaran Rp 2.184.000 hingga Rp 3.643.400.

Namun, jika mengacu pada standar penggajian lembaga nonstruktural dan Standar Biaya Masukan (SBM) Kementerian Keuangan untuk jabatan setingkat JPT Pratama, total pendapatan atau take home pay diperkirakan bisa mencapai Rp 25 juta hingga Rp 35 juta per bulan.

Jumlah tersebut mencakup honorarium atau gaji pokok, tunjangan kinerja, serta fasilitas operasional lain yang menunjang tugas strategis, khususnya dalam memberi pertimbangan kebijakan pertahanan negara kepada Presiden.

Profil

Noe Letto lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Ia merupakan anak pertama dari Emha Ainun Najib hasil pernikahan dengan Neneng Suryaningsih. Sejak kecil, Noe juga dirawat oleh Novia Kolopaking, aktris sekaligus penyanyi senior yang kemudian menjadi ibu sambungnya. Hubungan keduanya dikenal sangat dekat hingga Noe dewasa.

Masa kecil Noe sempat dihabiskan di Lampung sebelum akhirnya kembali ke Yogyakarta. Ketertarikannya pada musik mulai tumbuh sejak SMP, berawal dari kaset band Queen yang diberikan pamannya.

Baca Juga : Dosen HI UMM Kupas Ketegangan AS–Venezuela, Indonesia Diminta Tetap Waspada

Selepas SMA di Yogyakarta, Noe melanjutkan pendidikan ke University of Alberta, Kanada. Kampus ini dikenal sebagai salah satu universitas elite, masuk lima besar nasional di Kanada dan berada di peringkat 100–150 dunia.

Di sana, Noe menempuh dua jurusan sekaligus, yakni matematika dan fisika. Krisis moneter sempat memaksanya bekerja paruh waktu, namun ia berhasil menuntaskan studi dengan baik. Pada 2003, Noe resmi meraih gelar Bachelor of Science di dua bidang tersebut.

Sekembalinya ke Indonesia, Noe aktif di studio KiaiKanjeng. Ia mendalami dunia mixing, mastering, sekaligus menulis musik. Pada 2005, bersama Ari, Dedy, dan Patub, Noe membentuk band Letto.
Album debut mereka, Truth, Cry, and Lie, sukses besar hingga meraih double platinum. Kesuksesan berlanjut lewat album Don’t Make Me Sad yang dirilis dua tahun kemudian.

Di era 2000-an, nama Noe Letto melekat kuat lewat lagu-lagu hits seperti Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, dan Sandaran Hati. Lagu-lagu tersebut menjadikan Letto sebagai salah satu band paling berpengaruh di masanya.

Tak hanya di musik, Noe juga merambah dunia film. Pada 2008, ia mendirikan PickLock Productions bersama Dewi Umaya Rachman. Dari rumah produksi ini lahir sejumlah film, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park (2010), RAYYA, Cahaya Di Atas Cahaya (2011), dan Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015).

Di kehidupan pribadi, Noe menikah dengan Fauzia Fajar Putri Khaeruddin (Uci) pada 19 Februari 2009 di Kendari, Sulawesi Tenggara.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Selebriti

Artikel terkait di Selebriti

--- Iklan Sponsor ---