JATIMTIMES - Tanggal 18 Januari 2026 bertepatan dengan Minggu Kliwon dalam penanggalan Jawa. Hari ini masuk Wuku Medangkungan dengan neptu 13, serta bersamaan dengan 29 Rejeb 1959 Jawa dan 29 Rajab 1447 Hijriah. Penanggalan tersebut berada dalam Tahun Dal.
Kombinasi Minggu Kliwon dan Wuku Medangkungan memiliki karakter yang tenang, berwibawa, dan penuh pertimbangan. Namun, ada tantangan tersendiri dalam mewujudkan keinginan karena hasil sering tidak datang secepat yang diharapkan.
Baca Juga : Talud Telaga Sarangan Ambrol, 7 Motor Wisatawan Nyemplung ke Danau
Minggu Kliwon atau Ahad Kliwon dikenal memiliki neptu 13. Wataknya identik dengan kesabaran, kelembutan sikap, serta tutur kata yang halus. Pembawaan sopan dan kemampuan merangkai kata membuat weton ini mudah diterima dalam lingkungan sosial.
Di balik sikap tenang tersebut, tersimpan sisi keras dalam mempertahankan pendapat. Keinginan untuk menang dalam diskusi kerap muncul, meski sudut pandangnya belum tentu sepenuhnya tepat. Selain itu, perasaan relatif sensitif dan mudah tersentuh jika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.
Dalam perhitungan pangarasan, Minggu Kliwon berada pada Lakuning Lintang. Watak ini menggambarkan sosok penunjuk arah yang mampu menjadi teladan. Aura kepemimpinan cukup kuat, meski ada kecenderungan mudah berubah arah, terutama dalam urusan pekerjaan atau tempat tinggal.
Sementara itu, Pancasuda Minggu Kliwon jatuh pada Lebu Katiyup Angin. Maknanya, keinginan kerap sulit tercapai dalam waktu singkat. Upaya yang dilakukan bisa terasa berat dan penuh rintangan, sehingga dibutuhkan kesungguhan, kesabaran, serta ketekunan agar hasil tidak berhenti di tengah jalan.
Wuku Medangkungan dilambangkan oleh Bathara Basuki. Wataknya dikenal cakap berbicara, mudah menerima keadaan, dan memiliki rasa syukur yang kuat. Pembawaan yang menenangkan membuat kehadirannya sering memberi rasa nyaman bagi lingkungan sekitar.
Simbol pohon plasa menggambarkan keindahan yang menyenangkan mata, tetapi sulit diteladani secara langsung. Burung pelung melukiskan kecenderungan menyukai ketenangan, menjauh dari hiruk-pikuk, dan lebih betah berada di tempat sunyi. Setiap keputusan cenderung diambil melalui perenungan panjang, tidak tergesa-gesa.
Lambang lain Wuku Medangkungan diibaratkan seperti buaya angurak, sosok yang disegani dan dihormati. Meski demikian, terdapat pantangan arah Timur. Selama tujuh hari Wuku Medangkungan, bepergian ke arah tersebut sebaiknya dihindari jika menyangkut urusan penting.
Baca Juga : 4 Drakor Netflix Terbaru yang Wajib Ditonton Akhir Pekan, Ada Romantis hingga Fantasi
Secara khusus, weton Minggu Kliwon di Wuku Medangkungan dinilai sebagai hari yang baik untuk menangkal niat buruk. Upaya jahat dipercaya sulit terwujud pada hari ini. Selain itu, hari ini juga disebut mendukung aktivitas berburu atau kegiatan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Dalam urusan profesi, Minggu Kliwon cocok menekuni bidang pendidikan, sosial, bisnis, kepemimpinan, maupun spiritual. Sifat sabar, telaten, dan cerdas menjadi modal utama untuk berkembang di jalur tersebut.
Untuk urusan jodoh, Minggu Kliwon dinilai selaras dengan pasangan bernilai neptu sedang seperti Jumat Wage atau Jumat Legi. Perpaduan ini dipercaya mampu menciptakan keseimbangan dan keharmonisan dalam rumah tangga.
Sebaliknya, pasangan dengan neptu terlalu tinggi berpotensi memicu gesekan jika tidak disikapi dengan kebijaksanaan.