JATIMTIMES - Lonjakan mobilitas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membuat layanan Bus Trans Jatim Koridor I juga kebanjiran penumpang. Puluhan ribu warga dan wisatawan memilih angkutan umum ini untuk berkeliling Malang Raya sepanjang libur akhir tahun.
Dalam kurun waktu 15 hari, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, tercatat 53.778 penumpang menggunakan layanan bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata jumlah penumpang pada hari normal yang berkisar antara 2.500 hingga 3.500 orang per hari.
Baca Juga : PPDB 2026/2027, MIN 2 Kota Malang Buka Jalur Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Puncak kepadatan penumpang terjadi pada 28 Desember 2025, dengan total 4.081 penumpang dalam satu hari. Lonjakan serupa juga tercatat pada 23 Desember 2025 dengan 3.979 penumpang, serta 21 Desember 2025 yang mencapai 3.883 penumpang.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro, mengatakan lonjakan tersebut didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan bus untuk berwisata. Selama libur Nataru, tujuan penumpang mengalami perubahan signifikan dibandingkan hari biasa.
“Pada masa liburan, penurunan penumpang lebih banyak terjadi di titik henti yang dekat dengan lokasi wisata. Ini berbeda dengan kondisi normal yang didominasi kawasan kampus dan pusat perbelanjaan,” jelas Cito.
Di Kota Malang, titik henti yang ramai antara lain Shelter Kayutangan dan Shelter Museum Brawijaya.
Sementara di Kabupaten Malang, kawasan Rambu Sengkaling 1 dan Shelter Sengkaling 2 menjadi tujuan favorit penumpang.
Untuk di Kota Batu, lonjakan terlihat di Rambu BNS 1, Shelter BNS 2, Rambu Jatim Park 1, dan Rambu Jatim Park 2.
Baca Juga : Libur Nataru Bawa Berkah, Mal di Malang Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung
Tingginya tingkat keterisian penumpang selama libur Nataru mendorong Dishub Jatim melakukan penyesuaian operasional. Dari yang sebelumnya mengoperasikan 14 armada, jumlah bus ditambah menjadi 15 armada dengan mengaktifkan satu unit bus cadangan.
Menurut Cito, penambahan armada tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan penumpang sekaligus memastikan layanan Trans Jatim tetap berjalan optimal selama masa libur panjang.
Lonjakan penumpang Trans Jatim Koridor I Malang Raya selama libur Nataru ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi publik, terutama sebagai sarana mobilitas menuju kawasan wisata.