JATIMTIMES - Gelaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia PWI Malang Raya di Kampus C Universitas Insan Budi Utomo UIBU Kota Malang resmi berakhir pada Minggu 30 November 2025. Suasana penutupan berlangsung hangat dengan kabar menggembirakan bagi para peserta: sebanyak 30 wartawan dinyatakan kompeten dalam UKW angkatan 59 tersebut.
Pada pelaksanaan UKW kali ini, tercatat 18 wartawan mengikuti jenjang muda, 12 jenjang madya, dan 5 jenjang utama. Para peserta mengikuti serangkaian materi dan ujian ketat untuk mengukur tingkat profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Baca Juga : 300 Nyawa Jadi Korban, Bencana di Sumatera Belum Juga Berstatus Darurat Nasional
Salah satu peserta UKW, Soeparijono, menyampaikan bahwa ujian tersebut menjadi bekal penting bagi wartawan dalam menjalankan profesinya. Pria yang akrab disapa Jon itu berharap hasil UKW dapat menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekannya untuk terus menjaga etika dan profesionalitas.
"Terima kasih kepada PWI Malang Raya. Ujian ini sangat penting bagi wartawan. Semoga setelah ini, teman-teman mendapatkan ilmu dan menjadi wartawan yang kompeten," kata Jon.
Ketua PWI Malang Raya Ir Cahyono menegaskan bahwa UKW merupakan kewajiban bagi setiap wartawan sesuai regulasi Dewan Pers. Menurut dia, UKW adalah fondasi penting agar jurnalis dapat bekerja secara profesional dan berintegritas di tengah beragam lapisan masyarakat.
"Dengan aturan Dewan Pers, teman-teman wajib ikut UKW, tidak hanya wartawan tapi juga perusahaannya harus terverifikasi. Kita sebagai wartawan harus profesional, karena kita menghadapi seluruh elemen masyarakat tidak hanya pejabat. Jadi, harus ada pendidikannya," ujar Cahyono.
Ia menambahkan, hingga kini PWI Malang Raya sudah menggelar UKW sebanyak 11 kali. Dari gelaran tersebut, lebih dari 100 wartawan telah dinyatakan kompeten.
"Ujian ini tidak semudah yang kita bayangkan. Meskipun hari ini ada teman-teman yang dinyatakan tidak kompeten, tapi masih ada kesempatan untuk ikut kembali," ucap Cahyono.
Wakil Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji turut memberikan apresiasi kepada para peserta. Eko menilai keberanian mengikuti UKW merupakan indikator bahwa seorang wartawan layak menjalankan profesinya.
Baca Juga : Perdana! Golkar Situbondo Buka Kantor untuk Umum, Pemuda Dapat Ruang Ekspresi Lewat Panggung Seni
"Teman-teman cukup keren semua. Yang membuat keren adalah berani ikut uji kompetensi. Banyak teman di luar sana yang tidak mau diuji. Kalau teman-teman sudah lulus, artinya sudah pantas. Ini adalah salah satu menguji kepantasan," ucap Eko.
Sementara itu, Koordinator penguji UKW Angkatan 59 PWI Malang Raya Djoko Tetuko mengingatkan bahwa profesi wartawan membawa konsekuensi moral yang tidak ringan. Wartawan, menurut dia, memikul amanah besar dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.
"Saya selalu sampaikan, wartawan adalah pekerjaan kita. Kita hidup di dunia wartawan, rugi kalau tidak beriman, kalau tidak menyampaikan kebenaran. Wartawan itu tugasnya berat. Setiap kita ini dimintai pertanggungjawaban, apalagi jadi wartawan," pungkas Djoko.
Dengan ditutupnya UKW angkatan 59 ini, PWI Malang Raya kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan wartawan kompeten dan profesional untuk menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.