JATIMTIMES - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang saat ini masih menunggu diterbitkannya peraturan bupati (perbup) mengenai keputusan merger atau penggabungan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Malang.
"Masih berproses pengajuan perbup-nya (penggabungan sekolah di Kabupaten Malang) mas," ungkap Kepala Dispendik Kabupaten Malang Suwadji kepada JatimTIMES.com, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga : Semarak HUT ke-80 RI, SMKN 1 Bandung Tulungagung Gelar Aneka Lomba Meriah
Pihaknya menyampaikan, terdapat 45 sekolah pada jenjang sekolah dasar yang nantinya akan digabung menjadi 22 sekolah atau lembaga satuan pendidikan yang tersebar di sembilan kecamatan dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Proses pengajuan usulan penggabungan sekolah ini mengalami beberapa kali perubahan terkait jumlah sekolah yang akan digabung. Terakhir pada pertengahan Februari 2025 lalu, terdapat 32 sekolah yang akan digabung menjadi 16 sekolah. Tetapi saat ini terdapat 45 sekolah yang akan digabung menjadi 22 sekolah.
Suwadji menyebut, dalam proses pengajuan usulan penggabungan 45 sekolah menjadi 22 sekolah dimungkinkan juga terdapat penambahan jumlah sekolah yang akan digabung. Hal itu bergantung pada proses evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang serta pihak-pihak terkait.
"Memungkinkan (dilakukan penambahan jumlah sekolah yang diusulkan untuk digabung) setelah dilakukan evaluasi kembali," ujar Suwadji.
Pihaknya menuturkan, pengajuan penggabungan sekolah ini untuk efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran di sekolah, peningkatan kinerja guru, pemanfaatan sarana prasarana di sekolah yang lebih maksimal, serta jumlah murid nantinya akan lebih banyak.
Terdapat beberapa alasan usulan pengajuan penggabungan sekolah. Di antaranya jumlah murid setiap kelas di bawah 20 anak, jarak antar sekolah yang akan digabung berdekatan, hingga terdapat dua sekolah yang berada di dalam satu halaman yang sama.
Baca Juga : Petani Apresiasi Pembangunan Jalan Permukiman oleh DPKPCK Kabupaten Malang
Sementara itu, pihaknya merinci sebanya 45 sekolah yang akan digabung menjadi 22 sekolah. Di antaranya SDN 1 Kasembon dan SDN 3 Kasembon akan digabung menjadi SDN Kasembon; SDN 1 Karangrejo dan SDN 2 Karangrejo akan digabung menjadi SDN Karangrejo Kromengan; SDN 2 Kromengan akan digabung ke SDN 1 Kromengan; SDN 1 Sumberporong dan SDN 3 Sumberporong akan digabung menjadi SDN Sumberporong Lawang; SDN 3 Lawang akan digabung ke SDN 5 Lawang; SDN 2 Mangliawan akan digabung ke SDN 1 Mangliawan Pakis; SDN 1 Sukoanyar dan SDN 2 Sukoanyar akan digabung menjadi SDN Sukoanyar Pakis; SDN 3 Saptorenggo akan digabung ke SDN 4 Saptorenggo Pakis; SDN 2 Karangduren akan digabung ke SDN 3 Karangduren Pakisaji.
Kemudian SDN 2 Ngabab akan digabung ke SDN 1 Ngabab Pujon; SDN 3 Pujon Lor akan digabung ke SDN 1 Pujon Lor; SDN 2, 3 dan 4 Ngroto akan digabung menjadi SDN Ngroto Pujon; SDN 3 Klampok akan digabung ke SDN 1 Klampok Singosari; SDN 5 Pagentan akan digabung ke SDN 1 Pagentan Singosari; SDN 3 Ardimulyo akan digabung ke SDN 2 Ardimulyo Singosari; SDN 4 Candirenggo akan digabung ke SDN 2 Candirenggo Singosari; SDN 3 Dengkol akan digabung ke SDN 2 Dengkol Singosari.
SDN 6 Jatiguwi akan digabung ke SDN 2 Jatiguwi Sumberpucung; SDN 7 Sumberpucung akan digabung ke SDN 6 Sumberpucung; SDN 8 Sumberpucung akan digabung ke SDN 12 Sumberpucung; SDN 2 Tlogosari akan digabung ke SDN 1 Tlogosari Tirtoyudo; serta SDN 2 Bululawang akan digabung ke SDN 1 Bululawang.
Selain sekolah-sekolah yang digabung, Dispendik Kabupaten Malang juga mengusulkan perubahan nomenklatur pada empat sekolah. Di antaranya SDN 2 Sumberpucung menjadi SDN 2 Karangkates, SDN 3 Sumberpucung menjadi SDN 3 Karangkates, SDN 4 Sumberpucung menjadi SDN 4 Karangkates dan SDN 5 Sumberpucung menjadi SDN 5 Karangkates.